SAMPANG, RadarMadura.id - Nasib apes dialami tiga nelayan asal Pulau Mandangin, Kecamatan Kota Sampang, kemarin (30/4).
Mereka tersambar petir saat hendak memindahkan parahu.
Akibat insiden itu, dua nelayan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Mereka adalah Moh. Mizan, 38, dan Mahmud, 40.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Hozin memaparkan, insiden sambaran petir yang mengenai nelayan tersebut terjadi 07.30, kemarin (30/4). Yakni, cuaca ekstrim.
Korban Moh Mizan, 38, dan Mahmud, 40 harus dilarikan ke Puskemas Mandangin akibat mengalami luka robek di bagian kepala dan luka bakar.
" Alahmdulillah satu korban lainnya selamat", ujarnya.
Cuaca ekstrim yang terjadi di Kota Bahari akan terjadi selama pancaroba. Sehingga diprediksi akan terus terjadi beberapa hari kedepan.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau warga terus meningkatkan waspadaannya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji W menyatakan, sambaran petir yang mengenai nelayan tersebut terjadi saat proses pemindahan perahu dari tambat bagian utara ke selatan.
Peristiwa itu tidak hanya menyebabkan korban luka-luka, tetapi juga mengakibatkan perahu nelayan rusak.
”Kalau soal perahu milik siapa, masih dalam pengecerkan. Sedangkan untuk korban nihil", katanya.
Kepala Puskesmas Mandangin Sampang Rina Dwiyanti menyampaikan, cuaca buruk mulai terjadi sejak pagi hari, kemarin (30/4). Bahkan, aliran listrik di Pulau Mandangin juga sempat padam.
Pihaknya membenarkan adanya dua korban sambaran petir yang sempat di bawah ke fasilitas kesehatan (Faskes) yang dipimpinnya.
Namun, karena luka yang dialami cukup serius. Sehingga perlu harus mendapat penanganan serius.
”Saat dibawa ke puskesmas, kedua korban (Moh. Mizan dan Mahmud) dalam kondisi lemas", katanya (ay/jup)
Editor : Amin Basiri