SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan puskesmas pembantu (pustu) desa Penyepen dan pondok bersalin desa (polindes) Jeruk Porot. Proses pengadaan konsultan perencaan sudah selesai. Dinas memilih CV Sandikarya sebagai pemenang.
Selain itu, Dinkes KB Sampang juga mengalokasikan anggaran untuk paket konsultan perencanaan pembangunan pagar Puskesmas Mandangin. Paket kegiatan tersebut juga digarap CV yang sama. Artinya, CV Sandikarya bakal menggarap tiga paket perencanaan. Pagu setiap paket tidak sama.
Pejabat Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Muda Bagian Pengadaan Barjas Setkab Sampang Arief Pragalbo menyatakan, pengadaan jasa konsultan perencanaan dua paket tersebut sudah selesai. Tanda tangan kontrak juga sudah dilakukan.
”Sudah selesai dan ada di PPK (pejabat pembuat pengadaan),” katanya kemarin (30/4).
Paket perencaanan pembangunan pagar Puskesmas Mandangin dianggarkan Rp 28 juta. Sedangkan perencanaan pembangunan pustu dan polindes senilai Rp 18 juta. Metode yang dipilih yakni pengadaan langsung.
Meski metode yang dipilih pengadaan langsung (PL), prosesnya dilakukan melalui kelompok kerja (pokja). Pria yang akrab disapa Ayek itu mengeklaim bahwa penunjukan penyedia dilakukan oleh PPK.
Sebelumnya, pengadaan konsultan perancana tersebut sempat dibatalkan. ”Saat perbaikan, PPK meminta harga lump sum. Sedangkan di dalam HPS harga satuan. Jadi perlu diperbaiki dan harus mengikuti aturan,” jelasnya.
Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes KB Sampang Nurul Sarifah mengakui jika proses pengadaan jasa konsultan perencaan itu sempat batal. Hal itu karena HPS keliru.
”Kami hanya mengajukan dan mengaploud dokumen. Yang mengurus PP untuk penunjukan langsung, kalau prosesnya selesai, diserahkan ke PPK,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri