SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Perkim Sampang menemukan seluruh dapur makan bergizi gratis (MBG) yang diperiksa belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan.
Temuan itu didapat saat tim gabungan Pemkab Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyampaikan, sidak dilakukan bersama sejumlah instansi. Di antaranya satpol PP, diskopindag, dan dinkes.
”Sidak ini merupakan periode kedua. Kami fokus pada aspek pengelolaan lingkungan. Hari ini kami bagi dua tim untuk meninjau enam dapur,” ujarnya kemarin (28/4).
Dari hasil pemeriksaan, dua dapur diketahui tidak taat dalam pengelolaan air limbah. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dimiliki dinilai jauh dari standar yang ditetapkan.
”Bahkan sangat jauh dari standar. Kewajiban lain juga banyak yang tidak dipenuhi,” tambahnya.
Selain itu, pengelolaan sampah dapur juga menjadi catatan serius. Pengelola MBG dinilai belum menjalankan ketentuan sesuai surat edaran pemkab, terutama terkait pembuangan akhir sampah.
Baca Juga: Minta Penyidik Usut Aliran Dana Program MBG, Sebut Ada Keterlibatan Oknum di BGN
”Mereka belum mampu mengelola sampah sesuai edaran yang berlaku,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan dapur MBG yang belum memenuhi standar.
Atas temuan tersebut, satgas meminta pengelola segera melakukan perbaikan dan menuangkannya dalam berita acara sebagai bentuk komitmen tindak lanjut.
”Kami minta mereka segera meng-update perbaikan melalui link yang disediakan. Jika tidak, satgas akan bertindak,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto memastikan hasil monitoring dan evaluasi akan ditindaklanjuti secara serius.
Pihaknya akan kembali mengingatkan pengelola dapur untuk memenuhi seluruh catatan perbaikan.
”Jika tidak dipenuhi, akan kami beri sanksi dan dilaporkan ke BGN untuk disuspensi,” pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri