Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Daerah Kekeringan Belum Terpetakan, BPBD Sampang Klaim Mulai Kumpulkan Data dari Kecamatan

Amin Basiri • Sabtu, 25 April 2026 | 19:49 WIB
ilustrasi kekeringan
ilustrasi kekeringan

 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kemarau dan kekeringan diprediksi mulai terjadi pada Mei mendatang. Namun hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang belum mengantongi daerah rawan kekeringan di Kota Bahari.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyatakan, kemarau akan berlangsung Mei–Agustus. Itu berdasarkan prediksi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

”Bahkan, tidak menutup kemungkinan musim kemarau bakal berlanjut hingga bulan September,” ujarnya.

Dia mengeklaim, mulai melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan di Kabupaten Sampang. Yakni, dengan menghimpun data daerah rawan kekeringan ke masing-masing kecamatan.

”Tapi, sampai sekarang belum semua kecamatan menyetor daerah mana saja yang rawan kekeringan,” imbuhnya.

Baca Juga: Dewan Minta BPBD Sampang Segera Perbaiki Jalan Longsor di Karang Penang

Buktinya, dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, hanya delapan yang telah menyetor daerah rawan kekeringan. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar segera melaporkan nama-nama desa yang berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau nanti.

”Sementara sisa (enam kecamatan belum setor), kami menunggu,” katanya.

Camat Banyuates Moh. Imam mengaku telah mengajukan nama-nama desa ke BPBD yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau. Totalnya 20 desa. Bahkan, satu desa masuk daerah kering kritis, yakni Desa Lar-Lar.

Pihaknya berharap desa yang mengalami kekeringan di wilayah kerjanya mendapat atensi khusus dari Pemkab Sampang. Mulai dari penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya, melalui program dropping air bersih.

”Tapi yang paling penting adalah penanganan jangka panjang, yaitu pemberian bantuan tandon air, pipanisasi, dan sebagainya,” tandasnya. (bai/jup)

Editor : Amin Basiri
#kekeringan #BPBD Sampang