SAMPANG, RadarMadura.id – Produksi tembakau di Kabupaten Sampang tahun ini diprediksi naik.
Diprediksi luasan lahan yang akan ditanam tembakau mencapai enam ribu hektare.
Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menyampaikan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding 2025.
Hal itu akibat fenomena El Nino sehingga bisa menjadi peluang bagi petani untuk menanam tembakau secara maksimal.
”Untuk wilayah Madura, kemarau diprediksi terjadi Juni. April dan Mei diprediksi masih ada hujan,” katanya Kamis (16/4).
Fenomena El Nino bisa menjadi salah satu faktor daya tarik petani untuk menanam tembakau.
Sehingga, luas tanam tembakau tahun ini diprediksi akan bertambah.
”Dibanding 2025 pasti bertambah,” ungkapnya.
Nurdin menjelaskan, diprediksi kenaikan luas lahan tembakau tahun ini sekitar enam ribu hektare.
Tahun lalu luas tanam tembakau hanya empat ribu hektare.
”Kenaikan luas tanam ini juga bergantung pada pengusaha atau pabrikan yang menyerap tembakau petani,” jelasnya.
Menurutnya, penghasil tembakau hampir tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bahari.
”Kecamatan paling bagus penghasil tembakau di Sokobanah,” ungkapnya.
Terpisah, petani asal Desa Tanggumong Riski menyampaikan, petani yang akan menanam tembakau tahun ini bakal bertambah.
Sebab, harga tembakau diprediksi normal, bahkan cenderung naik. Apalagi, musim tanam didukung cuaca yang bagus.
”Kami akan memulai tanam tembakau pertengahan bulan depan. Tahun ini akan banyak petani yang menanam, berbeda dengan tahun lalu yang harganya anjlok karena hujan,” tadasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti