Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengadaan Mesin Perajang Dianggarkan Ratusan Juta

Hera Marylia Damayanti • Senin, 20 April 2026 | 09:59 WIB
DAUN EMAS: Warga merajang tembakau di Dusun Anyir, Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (20/8/2025). (FADIL UNTUK JPRM)
DAUN EMAS: Warga merajang tembakau di Dusun Anyir, Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (20/8/2025). (FADIL UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id Tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mengalokasikan anggaran untuk belanja mesin perajang tembakau.

Anggaran yang disediakan ratusan juta. Terdapat 30 kelompok tani (poktan) yang menjadi sasaran program tersebut.

Kabid Sarana Pertanian Disperta KP Sampang Nurdin menyampaikan, pengadaan mesin perajang untuk membantu produktivitas tembakau. Mesin tersebut dimanfaatkan saat masa panen tembakau.

”Rencana kami akan didistribusikan di triwulan kedua,” katanya kepada JPRM, Kamis (16/4).

Pengadaan tersebut bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2026. Total anggarannya mencapai Rp 306 juta.

Anggaran tersebut untuk belanja 30 unit mesin perajang yang akan dibagikan pada 30 poktan.

”Saat ini kami tengah melakukan proses verifikasi bagi calon penerima,” ungkapnya.

Nurdin menjelaskan, poktan yang mengajukan proposal sebanyak 36 kelompok. Sementara, kuota yang tersedia hanya 30 mesin.

”Misal dari hasil verifikasi 36 kelompok memenuhi syarat semua, maka keputusan akhir ada di bupati Sampang,” jelasnya.

Dia memastikan pengadaan mesin perajang tembakau dilakukan transparan. Sistem pengadaannya dilakukan melalui e-Katalog.

Ditargetkan, akhir Juli sudah masuk pengadaan dan langsung didistribusikan. ”Pengadaannya kami lakukan dengan e-Katalog,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sampang Haryono berharap agar penentuan kelompok transparan. Penyuluh harus profesional agar bantuan tersebut tepat sasaran.

”Saya hanya meminta kejadian tahun lalu tidak terjadi lagi. Semoga tahun ini bisa maksimal,” harapnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pengadaan mesin perajang #30 poktan #Rp 306 juta #Disperta KP #DBHCHT