Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dispusip Sampang Akan Penuhi Prasarana Tunanetra Tahun Ini

Amin Basiri • Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB
EDUKASI: Pustakawan saat menunjukkan buku Braille di gedung Perpusda Sampang selasa (14/4).
EDUKASI: Pustakawan saat menunjukkan buku Braille di gedung Perpusda Sampang selasa (14/4).

SAMPANG, RadarMadura.id – Sarana dan prasarana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang untuk memfasilitasi penyandang disabilitas masih belum lengkap.

 Hal itu terlihat dari belum tersedianya tactile paving di gedung perpustakaan empat lantai tersebut.

Kabid Perpustakaan Dispusip Sampang Kurnia Sufartina menyampaikan, tahun ini pihaknya mendapat bantuan hibah buku dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bantuan tersebut berupa buku Braille untuk penyandang disabilitas netra.

”Kami mendapat delapan judul dengan total 11 eksemplar bahan bacaan menggunakan metode tulisan taktil,” ujarnya, Selasa (14/4).

Baca Juga: Disnaker Sampang Klaim Peserta Pelatihan Langsung Dapat Kerja

Dia mengakui, koleksi buku bagi penyandang disabilitas tersebut merupakan yang pertama kali tersedia di perpustakaan daerah.

Karena itu, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh Pemkab Sampang.

”Nanti kami tempatkan di ruangan khusus, yang rencananya juga akan dilengkapi sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Menurut dia, salah satu fasilitas penting yang harus tersedia adalah tactile paving untuk memudahkan pengunjung tunanetra.

Namun, kebutuhan tersebut memerlukan anggaran yang saat ini belum masuk dalam skema APBD.

 Pihaknya berencana mengusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

”Kami pasti ajukan melalui PAK tahun ini. Semoga bisa terealisasi,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan buku Braille, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

Salah satunya dengan memfasilitasi siswa sekolah luar biasa (SLB) agar dapat mengakses perpustakaan.

”Rencana kami akan bersurat ke Disdik. Jika ada yang belum bisa membaca Braille, nanti kami bantu bimbing belajar,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Ketua National Paralympic Committee Jawa Timur Fathur Rahman Said meminta pemkab lebih proaktif dalam melakukan sosialisasi sekaligus memprioritaskan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

”Semoga pemkab serius memenuhi kebutuhan dasar bagi kami penyandang disabilitas,” pungkasnya. (ay/han)

Editor : Amin Basiri
#buku braille #sampang #Dispusip