SAMPANG, RadarMadura.id – Menu makan begizi gratis (MBG) untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3) di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Sampang, dikeluhkan.
Sebab, menu MBG yang diproduksi SPPG Yayasan Barisan Garuda Muda dianggap tidak sesuai standar.
Dalam rekaman video yang beredar, menu MBG yang disajikan hanya nasi putih, seperempat potongan buah naga, dan sepotong tahu. Menu MBG tersebut didistribusikan tanpa ompreng.
Pj Kepala Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Sampang, Ibrohim membenarkan, rekaman video MBG yang dikeluhkan warga tersebut terjadi di desanya. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (31/3).
Baca Juga: Oppo K15 Pro Series Bawa Baterai 8000 mAh dan Layar 165 Hz Ini yang Bikin Gamer Mobile Wajib Lirik
”Iya benar, itu pendistribusian MBG B3 untuk posyandu di desa kami,” ujarnya.
Menu MBG itu tidak dimakan penerima karena menu yang didistribusikan dianggap tidak sesuai dengan standar. Sebab, tidak bisa dikonsumsi balita.
”Menunya tidak pas jika diberikan pada balita. Karena cuma nasi biasa, daging, bihun tahu. Makanya tidak dimakan,” bebernya.
Kepala SPPG Sreseh Yayasan Barisan Garuda Muda Ilham Nadi belum bisa berkomentar banyak terkait pendistribusian MBG oleh SPPG-nya yang dikeluhkan warga.
Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, yang bersangkutan mengaku tengah berada di perjalanan.
”Saya masih di jalan. Nanti akan kami hubungi kembali,” tandasnya.
Distribusi MBG B3 di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, yang dikeluhkan warga sempat viral di media sosial (medsos).
Warga mengeluhkan karena menu yang didistribusikan tak sesuai standar. Sebab, tidak cocok dikonsumsi balita.
”Kenyang sudah cucu saya. Kenyang juga yang punya dapur. Cucu saya gak mau makan MBG ini. Mau bergizi gimana kalau MBG-nya seperti ini Bapak Presiden Prabowo,” ujar warga dalam rekaman video yang viral di medsos. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti