SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang berencana menambah mesin pengemas saset otomatis di rumah kemasan.
Namun, rencana tersebut terancam batal. Sebab, pagu anggarannya berpotensi terdampak refocusing.
Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag Diskopindag Sampang Muhammad Irwan Ferdiawan menyampaikan, pengadaan mesin pengemas saset otomatis direncanakan terealisasi tahun ini.
Baca Juga: Warga Tapakerbau Surati Polda Jatim, Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat SHM
Mesin tersebut diperuntukkan membantu UMKM dalam mengemas produk.
”Pengadaan mesin baru ini masuk dalam belanja modal di rumah kemasan diskopindag,” katanya Jumat (27/3).
Anggaran yang disiapkan untuk belanja mesin tersebut sebesar Rp 23 juta. Diskopindag belum merealisasikan program tersebut. Padahal, jadwal pengadaan dilakukan pada triwulan pertama.
”Belum (dibelanjakan), karena kami masih menunggu petunjuk (pimpinan),” ujar Irwan.
Menurutnya, anggaran tersebut berpotensi tidak terserap meski telah masuk tahap perencanaan.
Sebab, kemungkinan anggaran belanja mesin pengemas saset otomatis itu masuk opsi refocusing.
”Jika ada refocusing, maka anggaran pengadaan seperti ini (mesin) akan terdampak,” jelasnya.
Baca Juga: Desa Hendrosari Bangkit, UMKM Tumbuh Pesat Berkat Wisata Lontar Sewu dan Program Desa BRILiaN BRI
Irwan tidak memungkiri mesin tersebut sangat menunjang terhadap operasional rumah kemasan.
Sebab, saat ini rumah kemasan yang berdiri di Jalan Kusuma Bangsa, Sampang, itu belum beroperasi optimal. Akibatnya, pihaknya tidak bisa menarik PAD.
”Mesin rumah kemasan belum lengkap sampai sekarang,” ungkapnya.
Pelaku UMKM Nurul Holifah menyambut baik program rumah kemasan yang difasilitasi pemkab.
Namun, pelaku usaha Kopi Jahe itu mengaku belum mengetahui fungsi rumah kemasan tersebut.
Dia berharap, pengadaan mesin pengemas saset otomatis itu terealisasi sehingga dirinya bisa memanfaatkan.
”Mesin kemasan ini yang dibutuhkan sekarang. Anggaran yang dibelanjakan harus dimanfaatkan agar tidak sia-sia,” harap perempuan asal Desa Tambaan, Kecamatan Camplong itu. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti