Sebuah bangunan menyerupai Kakbah mencuri perhatian di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Bangunan yang sempat viral itu ternyata adalah masjid yang dibentuk mirip Ka'bah.
PEMBANGUNAN masjid dengan desain unik kian marak di Madura. Salah satunya Masjid Kakbah di Desa Taman, Kecamatan Jrengik.
Masjid tersebut menyita perhatian pengguna Jalan Raya Jrengik.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura, bangunan masjid yang mengusung konsep menyerupai Kakbah di Makkah itu belum sepenuhnya rampung.
Sejumlah pekerjaan penunjang seperti paving halaman masih dalam proses penyelesaian.
Ketua Pembangunan Masjid Ka'bah Ahmad Zaini mengatakan, pembangunan masjid tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran pribadi. Dana berasal dari Direktur RS Nindita Sampang dr Turah.
Baca Juga: Empat Museum Masih Dikelola Masyarakat
”Seluruh pembiayaan pembangunan masjid ini ditanggung dokter Turah, ujarnya.
Zaini menjelaskan, awalnya dr Turah kerap membantu pembangunan sejumlah masjid. Kemudian, pihaknya mengusulkan agar membangun masjid sendiri.
Usulan tersebut disetujui, dan pada 2017 dia diminta mencari lokasi pembangunan.
”Lokasi yang dicari berada di antara wilayah Desa Torjun ke barat dan Desa Taddan ke timur, jelasnya.
Pada 2018, pihaknya mendapatkan lahan berupa sawah seluas satu hektare di tepi Jalan Raya Jrengik. Lahan tersebut dibeli secara bertahap hingga lunas, kemudian dilakukan pengurukan.
Awalnya, masjid akan dibangun dengan konsep minimalis. Namun, Zaini mengusulkan desain yang lebih unik agar menarik minat masyarakat untuk singgah.
”Kalau tidak megah atau unik, orang cenderung kurang tertarik mampir. Sementara membangun masjid megah butuh biaya besar, sehingga kami pilih konsep unik", terangnya.
Dia pun mengusulkan desain masjid berbentuk Kakbah. Sebelum direalisasikan, konsep tersebut dikonsultasikan kepada ulama di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan serta tokoh masyarakat dan PCNU Sampang.
"Setelah mendapat restu, pembangunan mulai dilakukan", katanya.
Menurut Zaini, hingga kini masjid tersebut belum memiliki nama resmi.
Baca Juga: Ledakan Mercon Putus Tangan Remaja, Korban Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
Bangunan utama sudah selesai 100 persen, namun fasilitas penunjang masih dalam tahap pengerjaan.
Dia menambahkan, dana yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp 10 miliar.
Untuk menyelesaikan seluruh pembangunan, diperkirakan membutuhkan total anggaran hingga Rp 50 miliar.
”Pembangunan dilakukan bertahap sesuai kemampuan", pungkasnya. (bai/han)
Editor : Amin Basiri