SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah kelahiran usia subur di Kabupaten Sampang masih terbilang tinggi karena lebih dari dua anak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang pun gencar melakukan sosialisasi pemakaian alat kontrasepsi (alkon) bagi akseptor.
Target akseptor tahun ini mencapai 17.456.
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Dinkes KB Sampang Zahruddin mengatakan, program yang melekat di bidangnya tidak hanya penguatan keluarga, namun juga pelayanan KB dalam hal pengendalian kelahiran dalam jarak dekat.
"Pendampingannya melalui balai penyuluhan KB yang ada di masing-masing kecamatan," katanya.
Dijelaskan, pemasangan alkon dilakukan sebagai upaya untuk mengontrol masa kelahiran usia subur.
Secara target nasional, pasangan usia subur (PUS) ditarget memiliki 2,0 persen.
Sementara, persentase saat ini Kabupaten Sampang masih di 2,1 persen.
"Saat ini di Sampang berada di angka dua hingga tiga anak lebih, padahal targetnya dua anak lebih baik," tambahnya.
Menurutnya, target akseptor tahun ini sebanyak 17.456 akseptor.
Sementara alkon yang digunakan berupa suntik, pil, kondom, implan, IUD, dan lain sebagainya.
Hingga Senin (10/3), realisasinya sudah mencapai 29,5 persen (lihat grafis).
"Alhamdulillah, masyarakat Sampang sudah mulai paham akan pentingnya mengikuti program KB. Mereka sudah mau ikut KB tanpa kami paksa," tambahnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti