Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemutakhiran Data PBI Katastropik Dikebut, 77 Persen Peserta Sudah Diverifikasi, Target Rampung sebelum 14 Maret

Amin Basiri • Senin, 9 Maret 2026 | 10:31 WIB

VERIFIKASI: Petugas BPS saat melakukan pemutakhiran data PBI di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (4/3).
VERIFIKASI: Petugas BPS saat melakukan pemutakhiran data PBI di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Rabu (4/3).

SAMPANG, RadarMadura.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang mulai melakukan pemutakhiran data peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN) penyakit katastropik.

Dari total 664 peserta, sebanyak 516 orang atau sekitar 77 persen sudah diverifikasi di lapangan.

Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi mengatakan, kegiatan ground check (GC) PBI JKN penyakit katastropik mulai dilakukan sejak Jumat (27/2).

Dalam proses verifikasi tersebut, pihaknya mengerahkan 29 petugas internal.

"Setiap petugas di lapangan wajib melaporkan hasil verifikasi melalui aplikasi FASIH (Flexible Authentically Survey in Harmony), ujarnya Jumat (6/3).

Menurutnya, peserta yang diverifikasi merupakan penderita penyakit katastropik.

Seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal yang sebelumnya sempat dinonaktifkan oleh pemerintah pusat.

Secara nasional, jumlah data penderita penyakit katastropik yang diverifikasi mencapai sekitar 106 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 664 peserta berasal dari Kabupaten Sampang.

"Dari 664 peserta itu, sampai saat ini sudah 516 orang atau sekitar 77 persen yang selesai dilakukan ground check, ungkapnya.

Dia menjelaskan, pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan status desil peserta PBI JKN.

Yakni, apakah masih layak masuk dalam kelompok desil I sampai V atau sudah berada pada desil 6 hingga 10.

Dalam proses pembaruan data tersebut, petugas telah dibekali pelatihan khusus.

Termasuk teknik wawancara berbasis 36 indikator yang digunakan dalam proses verifikasi.

"Petugas sudah kami latih agar proses wawancara dan pengumpulan data di lapangan lebih akurat, jelasnya.

Sesuai target dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, proses pemutakhiran data dijadwalkan selesai paling lambat Sabtu (14/3).

Namun, BPS Sampang menargetkan pekerjaan tersebut bisa rampung lebih awal.

”Kami menargetkan selesai pada Rabu (11/3). Sisa waktu akan digunakan untuk evaluasi data, ujarnya.

Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya anomali data sehingga masih tersedia waktu untuk melakukan verifikasi ulang.

"Khusus Sampang kami upayakan lebih cepat, agar jika ada anomali data bisa segera dilakukan pengecekan kembali, pungkasnya. (ay/han)

Editor : Amin Basiri
#sampang #bps #katastropik