SAMPANG, RadarMadura.id – Inspektorat Sampang menyoroti insiden ibu hamil (bumil) diduga dipersulit saat meminta surat rujukan ke Puskesmas Banyuanyar, Sampang.
Karena itu, inspektorat minta dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes KB) mendalami bobroknya pelayanan di puskesmas tersebut.
Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengatakan, institusinya sudah menerima informasi dan kejadian yang mengakibatkan bumil keguguran tersebut.
"Kami tindak lanjuti dengan langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinkes KB Sampang," katanya.
Ari menuturkan, pihaknya menyarankan dinas terkait untuk memberikan klarifikasi secara transparan pada publik.
Sebab, informasi dari dinkes, pelayanan yang diberikan Puskesmas Banyuanyar sudah sesuai prosedur. "Termasuk dalam memberikan surat rujukan (rekomendasi)," ujarnya.
Dijelaskan, dinkes saat ini masih mengkaji ulang pelayanan yang dikeluhkan masyarakat tersebut.
"Dinkes masih mau mengkaji ulang bersama para ahli. Tujuannya, untuk memastikan pelayanan sudah sesuai standar atau tidak," ulasnya.
Plt Kepala Dinkes KB Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini belum bisa dimintai keterangan terkait dugaan bobroknya pelayanan Puskesmas Banyuanyar tersebut.
Sebab, saat dihubungi melalui telepon seluler yang biasa digunakan, dia tidak merespons.
Sebelumnya diberitakan, pelayanan Puskesmas Banyuanyar Sampang dikeluhkan warga.
Pasalnya, bumil atas nama Toyyibah mesti kehilangan janinnya lantaran keguguran Senin (23/2). Salah satu penyebabnya, diduga karena Puskesmas Banyuanyar mempersulit penerbitan surat rujukan. (bai/yan)
Editor : Amin Basiri