SAMPANG, RadarMadura.id - Sudah satu pekan kondisi kapal tongkang dengan nomor bahu RMN 3340 terdampar di pesisir Kecamatan Ketapang, Sampang.
Meski begitu, kapal berukuran jumbo tersebut belum dievakuasi hingga saat ini.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Telaga Biru Edi Kiswanto mengaku telah berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kapal.
Yakni, PT Prima Lestari Segara Abadi. Tetapi, sampai sekarang belum dievakuasi.
Sebab, proses towing kapal masih menunggu air laut pasang.
”Kami telah intens komunikasi dengan owner kapal dan dokumen kapal sudah kami amankan,” katanya kemarin (29/1).
Diketahui kapal tugboat Indo Power 12 yang menggandeng RMN 3340 pada Senin (26/1) itu berangkat dari Cirebon menuju Samarinda, Kalimantan Timur.
Namun, di tengah perjalanan, kapal itu dihantam cuaca buruk hingga ke bibir pantai Pulau Madura. Tepatnya di Dusun Bundan, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang.
”Saya ingin cepat lepas kandas supaya penggunaan armada untuk kegiatan pertambangan batu bara tidak terhambat,” tambahnya.
Terdapat 10 awak kapal yang ditemukan selamat saat insiden itu terjadi.
”Pasang surut air saat ini belum optimal. Kemungkinan akhir Januari atau awal Februari air akan pasang.
Jika ditemukan ada dampak sosial dengan masyarakat, maka segera diselesaikan,” jelasnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri