Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dinilai Ada Kejanggalan, Polres Sampang Selidiki Penyebab Kematian Mr X

Hera Marylia Damayanti • Senin, 26 Januari 2026 | 06:42 WIB
DIKUBURKAN: Warga hendak menguburkan kerangka mayat Fauzen di pemakaman umum Kampung Ke’kekek, Kelurahan Rongtengah, Sampang, Jumat (20/1). (TIKTOK VaNeZa Chilik
DIKUBURKAN: Warga hendak menguburkan kerangka mayat Fauzen di pemakaman umum Kampung Ke’kekek, Kelurahan Rongtengah, Sampang, Jumat (20/1). (TIKTOK VaNeZa Chilik

SAMPANG, RadarMadura.id – Identitas kerangka mayat Mr X yang ditemukan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, terungkap.

Pihak keluarga menilai kematian pria bernama Fauzen, 31, itu janggal.

Karena itu, Polres Sampang menyelidiki penyebab kematian korban.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, identitas kerangka mayat Mr X terungkap pada Sabtu (24/1).

Keluarga dari istri korban mengakui jika kerangka tersebut merupakan Fauzen. 

”Tapi istrinya ada di Malaysia. Hanya, saudaranya yang mendatangi Polres Sampang pada Sabtu (24/1),” katanya. 

Menurutnya, Fauzen lahir di Kabupaten Sampang. Namun, korban menetap di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

”Identitasnya itu sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP) korban,” ungkapnya. 

Berkaitan dengan faktor kematian korban, lanjut Eko, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebab, pihak keluarga menganggap kematian korban tidak wajar.

”Karena memang kematian korban dinilai janggal, selebihnya masih kami lakukan penyelidikan,” bebernya. 

Fitria selaku istri korban membenarkan jika Mr X tersebut merupakan suaminya.

Dia mengakui jika korban warga Madura, tapi menetap di Surabaya.

”Iya, benar itu suami saya,” akunya kepada JPRM

Menurutnya, keluarganya sudah mendatangi Polres Sampang.

Mayat mister X itu dikenali berdasarkan barang bukti (BB) berupa pakaian yang dikantongi Polres Sampang.

”Dia (Fauzen, Red) sudah dua bulan tidak pulang dan tidak ada kabar pada keluarga,” paparnya. 

Fitria merasa kematian suaminya tidak wajar. Sebab, saat ditemukan tinggal kerangka di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang.

”Saya tidak ikhlas suami saya meninggal gak wajar. Apalagi saat dikubur tanpa keluarganya,” tukasnya. (bai/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#polres sampang #penyebab kematian #Tidak Wajar #janggal #penyelidikan #kematian korban