Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Inspektorat Turunkan Tim Ke SDN Batuporo Timur 1, Telisik Data Siswa hingga Pengelolaan BOS

Amin Basiri • Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:06 WIB
BERSANTAI: Guru tengah bersantai di teras sekolah yang tidak ada KBM di SDN Batuporo Timur 1, Selasa (20/1).
BERSANTAI: Guru tengah bersantai di teras sekolah yang tidak ada KBM di SDN Batuporo Timur 1, Selasa (20/1).

SAMPANG, RadarMadura.id - Inspektorat Kabupaten Sampang mengerahkan tim untuk menelisik kejanggalan di SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung.

Sekolah tersebut tercatat aktif sebagai penerima program makanan bergizi gratis (MBG), meski tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengaku telah mengetahui informasi yang mengejutkan publik tersebut.

Persoalan itu ramai diperbincangkan di berbagai platform media massa dan media sosial. 

Menyikapi laporan masyarakat itu, inspektorat menurunkan tim khusus sejak Rabu (21/1).

"Koordinasi juga dilakukan dengan camat Kedungdung. Namun sementara kami belum bisa berkomentar jauh", katanya.

Ari menjelaskan, tim masih melakukan pendalaman di lapangan.

Mulai dari memastikan ada atau tidaknya KBM, jumlah murid, hingga mencocokkan data sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat dalam video yang beredar.

Selain KBM, pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian. Termasuk dana MBG dan bantuan operasional sekolah (BOS).

”Kalau memang tidak ada KBM dan tidak ada murid, maka manajemen sekolahnya harus dipertanyakan. Bagaimana pengelolaan dana BOS dan bantuan lainnya", tegasnya.

Ari menambahkan, seluruh pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan, menjadi atensi pengawasan inspektorat.

Pihaknya juga akan menelusuri peran guru serta dinas pendidikan selama ini.

Baca Juga: Pengurangan DBHCHT Berdampak pada Program Jamsostek

”Potret sekolah ada, tapi tidak ada KBM, ini akan kami cek. Bagaimana peran guru dan dispendik dalam menyikapi kondisi sekolah tersebut', imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang Nor Alam mengatakan, pihaknya telah memanggil guru SDN Batuporo Timur 1 pada Rabu (21/1).

Dari hasil klarifikasi, 33 siswa yang tercatat di data pokok pendidikan (dapodik) diketahui bersekolah di madrasah sekitar sekolah tersebut.

”Kami sudah menyepakati agar siswa yang tercatat menentukan pilihan, apakah tetap mau bersekolah di SDN", katanya.

Jika siswa memilih tetap di SDN, dispendik akan mengarahkan ke SDN Batuporo 3.

Sedangkan SDN Batuporo Timur 1 direncanakan ditutup dan para guru dipindahkan ke sekolah lain.

”Termasuk bantuan-bantuan untuk SDN Batuporo Timur 1 mulai tahun ini kami hentikan", pungkasnya. (bai/han)

Editor : Amin Basiri
#SDN Batuporo Timur 1 #Mbg #sampang #bantuan