SAMPANG, RadarMadura.id – Keberadaan Terminal Ketapang di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, hingga kini belum mengalami perubahan signifikan.
Terminal yang menjadi titik transit angkutan umum jalur pantura itu justru telah beralih fungsi menjadi lahan parkir. Bahkan, sempat diwacanakan menjadi pusat kuliner.
Kabid Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Khotibul Umam menyampaikan, aktivitas angkutan umum jalur pantura semakin sepi.
Kondisi tersebut membuat terminal yang dibangun sekitar tahun 2008 itu tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
”Sekarang sementara hanya dimanfaatkan untuk menampung parkir, termasuk parkir pasar hewan,” ujarnya Senin (5/1).
Dia menjelaskan, sepinya aktivitas angkutan menjadi dasar inisiasi pengalihan fungsi terminal. Bahkan, sebelum dimanfaatkan sebagai lahan parkir, terminal tersebut sempat diwacanakan untuk dialihfungsikan menjadi sentra kuliner.
”Dulu memang sempat ada rencana menjadi sentra kuliner, tapi sampai sekarang masih ngambang,” tambahnya.
Menurut Umam, rencana pengalihan fungsi menjadi sentra kuliner dimaksudkan agar aset terminal dapat dimanfaatkan secara optimal.
Proses pengajuan pun disebut sudah sampai pada tahap surat-menyurat ke Bupati Sampang. Namun hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut.
”Sampai sekarang belum ada tindak lanjut terkait sentra kuliner,” katanya.
Sementara itu, pengalihan fungsi yang sudah berjalan saat ini hanya sebagai lahan parkir.
Bahkan, lahan tersebut telah ditetapkan secara resmi melalui surat keputusan (SK) sebagai area parkir dan berpotensi menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Terpisah, Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Diskopindag Sampang Evi Hariati mengaku belum mengetahui wacana pengalihan fungsi terminal menjadi sentra kuliner. Sebab, dirinya baru menjabat sekitar dua tahun terakhir.
”Saya belum bisa berkomentar karena selama saya menjabat belum ada wacana itu. Nanti akan kami pelajari terlebih dahulu,” tutupnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri