SAMPANG, RadarMadura.id – Inspektorat Sampang berencana akan meminta klarifikasi Puskesmas Kedungdung.
Itu dilakukan buntut adanya peristiwa pesta miras di lingkungan puskesmas. Inspektorat menilai tindakan para pemuda itu mengganggu pelayanan kesehatan dan kenyamanan pasien.
Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengaku sudah mengetahui informasi pesta miras yang dilakukan sejumlah pemuda di pos satpam Puskesmas Kedungdung. Kejadian tersebut terekam video dan tersebar di media sosial.
”Kami sudah mengetahui kejadiannya karena videonya banyak beredar di media sosial (medsos),” ujarnya.
Menurutnya, inspektorat punya kewenangan meminta klarifikasi atas kejadian tersebut. Sebab, puskesmas merupakan organisasi pemerintah yang bergerak pada layanan kesehatan dan mengelola badan layanan umum daerah (BLUD).
Ari mengutarakan, seharusnya pihak puskesmas menganggarkan tenaga keamanan untuk menjaga ketertiban lingkungan sekitar puskesmas.
”Jika sampai ada pemuda pesta miras di lingkungan Puskesmas Kedungdung, ini sudah mengganggu kenyamanan pasien. Apalagi Puskesmas Kedungdung ada rawat inapnya,” tuturnya.
Jika puskesmas merawat pasien rawat inap, otomatis akan mengganggu ketenangan pasien. Ari mengungkapkan, berdasarkan video yang beredar, selain pesta miras, sejumlah pemuda juga menyalakan musik dengan suaranya nyaring.
”Ini sangat jelas mengganggu kenyamanan pasien,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya bakal meminta klarifikasi standar ketenteraman pelayanan terhadap pasien di puskesmas tersebut.
”Kami akan mengklarifikasi terlebih dahulu, baik terhadap dinkes KB maupun langsung pada Puskesmas kedungdung berkaitan dengan manajemen dalam mewujudkan kenyamanan pasien,” bebernya.
Kepala Puskesmas Kedungdung Sampang Hilmi belum bisa dimintai keterangan terkait standar kenyamanan pelayanan dan keamanan di Puskesmas Kedungdung tersebut. Sebab, saat dihubungi berkali-kali melalui sambungan telepon yang biasa digunakan tidak merespons. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri