SAMPANG, RadarMadura.id – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sampang menyoroti kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang.
Pasalnya, selama dua tahun berturut-turut, instansi tersebut kehilangan mesin hand tractor.
Peristiwa itu dinilai mencoreng nama baik Kabupaten Sampang, terlebih anggaran tenaga keamanan selama dua tahun mencapai Rp 378 juta.
Ketua APTI Sampang Haryono menilai hilangnya mesin hand tractor tersebut sebagai tamparan bagi profesionalisme disperta KP.
Pada akhir 2025, satu unit mesin hand tractor kembali raib dan hanya menyisakan kerangka.
”Padahal, pada 2024 lalu, disperta KP sudah kehilangan mesin hand tractor dengan dugaan dicuri,” ujarnya.
Menurut Haryono, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengamanan di lingkungan Disperta KP Sampang.
Sebab, baik pada kasus 2024 maupun 2025, posisi mesin berada di area kantor dinas.
”Kehilangan dua tahun berturut-turut jelas mencoreng nama baik daerah. Ini terjadi di lingkungan disperta sendiri,” tegasnya.
Dia menambahkan, peristiwa tersebut sulit disebut sebagai kejadian biasa.
Sebab, mesin hand tractor berukuran besar dan terpasang baut pada rangkanya.
”Secara logika, membongkar mesin itu butuh waktu dan tidak mungkin dilakukan seorang diri. Kami menduga ada keterlibatan orang dalam,” ungkapnya.
Haryono menyayangkan peristiwa serupa kembali terulang, meski sebelumnya sudah ada kejadian kehilangan.
Padahal, setiap tahun disperta KP menganggarkan biaya tenaga keamanan.
”Anggaran tenaga keamanannya selama dua tahun yang kami ketahui mencapai Rp 378 juta,” bebernya.
Pihaknya berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.
Apalagi, mesin hand tractor itu seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan petani.
”Agar semuanya terbuka, siapa saja yang terlibat bisa diketahui,” katanya.
Sementara itu, Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
”Masih terus kami tindak lanjuti. Mohon doanya semoga segera terungkap,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Disperta KP Sampang dua kali kehilangan mesin hand tractor. Yakni, pada 2024 dan 2025.
Dua kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Sampang, namun hingga kini belum terungkap. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti