SAMPANG, RadarMadura.id - Sepanjang 2025, terjadi ratusan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Bahari.
Namun, jumlah korban meninggal dunia (MD) turun jika dibandingkan tahun 2024.
Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2025, terjadi 223 laka lantas.
Sementara pada 2024, institusinya menangani 258 kasus laka lantas. Terjadi penurunan perkara sebanyak 14 persen, ujarnya.
Menurutnya, insiden tabrakan itu mengakibatkan pengguna jalan MD, luka berat (LB) maupun luka ringan (LR).
Pada 2025, sebanyak 223 orang MD. Sementara pada 2024 terdapat 258 orang MD.
”Pada 2025, sebanyak empat orang LB dan tahun 2024 terdapat tujuh orang LB. Lalu, tahun 2025 sebanyak 276 orang mengalami LR dan pada 2024 tercatat 294 orang LR, ucapnya.
Dijelaskan,sepanjang Januari hingga Desember 2025, institusinya juga menilang 6.817 pelanggar. Jumlah tersebut meningkat karena pada 2024 hanya menilang 5.004 pelanggar.
Sepanjang tahun 2025 kami juga menegur 43.894 pengguna jalan dan pada 2024 menegur 25.087 pengguna jalan, tuturnya.
Menurut AKBP Hartono, banyaknya surat tilang yang dikeluarkan institusinya dan teguran yang disampaikan kepada masyarakat mengindikasikan kesadaran warga dalam menjaga ketertiban berlalu lintas masih rendah.
”Hal ini perlu mendapat perhatian serius ke depan. Kesadaran warga dalam berlalu lintas harus terus ditingkatkan, tandasnya. (bai/yan)
Editor : Amin Basiri