SAMPANG, RadarMadura.id - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahap satu sudah ditutup pada Selasa (23/12).
Data Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sampang, terdapat puluhan calon jemaah haji (CJH) yang tidak melunasi dengan sejumlah alasan.
Kepala Kemenhaj Sampang Sayfuddin menyampaikan, total CJH yang masuk kuota pemberangkatan 2026 sebanyak 578 orang. Mereka diwajib melunasi bipih.
Namun, hingga batas waktu pelunasan, tidak semua CJH melunasi bipih.
”Batas waktu pelunasan bipih sudah berakhir. Tidak semua CJH melunasinya, katanya kemarin (24/12).
Sayfuddin mengungkapkan, data terakhir CJH yang melakukan pelunasan 483 orang.
Artinya, tersisa 95 CJH yang tidak melakukan pelunasan. Ada tiga yang sudah istitaah tapi tidak melanjutkan pelunasan, ungkapnya.
Dia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan CJH tak melunasi bipih.
Puluhan CJH merasa tidak mampu membayar. Selain itu, ada CJH yang sakit dan menunda pemberangkatan tahun depan.
”Ada juga karena kesalahan sistem. Jadi dilanjutkan masuk pelunasan tahap dua, terangnya.
Menurutnya, ada sembilan CJH yang masuk usulan pelunasan tahap kedua. Mereka gagal melakukan pelunasan tahap pertama karena sejumlah kendala.
Di antaranya kendala sistem saat pengajuan dan belum selesai istitaah.
Untuk sisa kuotanya secara otomatis akan diisi pengusul pendamping dan penggabungan yang pelunasanya masuk tahap dua, pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri