SAMPANG, RadarMadura.id – Pengendara minibus yang terlibat kecelakaan di jalan raya Desa Madulang, Kecamatan Omben, Sampang, belum terungkap. Polres Sampang masih melakukan penyelidikan dalam peristiwa yang membuat seorang pelajar meninggal dunia pada Senin (15/12) malam.
Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan insiden laka lantas tersebut. Kejadiannya di jalan raya Desa Madulang Senin (15/12) sekitar pukul 22.35. Laka itu terjadi antara sepeda motor kontra minibus.
”Laka lantas tersebut tabrak samping antara kendaraan sepeda motor nomor polisi (nopol) M 2057 CY kontra minibus,” katanya.
Dia mengutarakan, sepeda motor dikendarai Rayhan, 16, warga Dusun Angsanah, Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Dia berboncengan dengan Nawaf, 16, warga Larangan Laok, Desa Kamondung, Kecamatan Omben, Sampang. Keduanya sama-sama pelajar.
Mantan Kapolsek Ketapang itu menjelaskan, kejadian bermula saat Rayhan mengemudikan motor dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang. Tapi, Rayhan tidak menyalakan lampu motornya. Dari arah berlawanan, muncul kendaraan minibus hendak belok ke arah selatan.
”Kendaraan minibus tidak cukup ruang untuk menghindar dari kendaraan yang dikemudikan Rayhan, akhirnya kecelakaan pun terjadi,” terangnya.
Akibat laka tersebut, Rayhan mengalami luka berat dan meninggal di Puskemas Omben. Sedangkan Nawaf mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Puskesmas Omben. Polisi sedang menyelidiki keberadaan pengendara minibus. Sebab, dia melarikan diri usai menabrak korban.
”Kendaraan minibus dan pengemudinya melarikan diri. Saat ini masih dalam lidik oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau pengguna jalan berhati-hati saat berkendara. Dia mendorong semua pengendara motor mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan. ”Istirahat pada tempat-tempat yang aman apabila kondisi pengemudi mengalami kecapekan, lelah, atau mengantuk,” pesannya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti