SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang mengelola retribusi parkir tepi jalan umum (TJU). Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) daerah setor parkir TJU mencapai Rp 3.500.000.000. Sepanjang 2025, capaian PAD dari skema parkir non-berlangganan dan berlangganan mencapai Rp 2.743.714.000.
Capaian ini naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, sebelum adanya kebijakan intensifikasi. PAD yang dihasilkan Dishub Sampang ini semakin menguatkan basis fiskal daerah.
Kepala Dishub Sampang Drs Raden Chalilurachman, M.Si mengatakan, capaian PAD parkir tahun ini lebih dari dua per tiga target yang ditetapkan. Meski targetnya sangat tinggi, pihaknya terus berupaya maksimal untuk mencapai target. Sebab, PAD berkontribusi nyata bagi pembangunan Sampang.
Menurutnya, PAD menjadi pilar penting bagi kemandirian fiskal Kabupaten Sampang. Dana ini akan langsung disalurkan untuk membiayai belanja daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, perbaikan fasilitas umum, hingga peningkatan kualitas layanan transportasi publik.
”Meski dihadapkan pada target yang sangat ambisius sebesar Rp 3,5 miliar, PAD yang kami kumpulkan bisa mencapai sebesar Rp 2,74 miliar. Jauh lebih baik dibandingkan kinerja tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya
Chalil mengutarakan, pihaknya melakukan berbagai langkah untuk mendorong peningkatan PAD parkir TJU. Di antaranya memasang rambu lalu lintas baru di area parkir TJU yang dikelola dishub. Tujuannya, untuk mengatur sistem parkir berlangganan dan non-berlangganan di sejumlah ruas jalan utama. Pemasangan rambu baru itu dilakukan 20 Maret 2025.
”Pemasangan rambu ini menjadi babak baru dalam upaya menata manajemen perparkiran yang lebih tertib, efisien, dan modern,” tuturnya.
Dia menjelaskan, di area parkir berlangganan, pengguna wajib memiliki stiker berlangganan yang sudah didaftarkan dan dibayar. Dengan sistem ini, pengguna bisa memarkir kendaraan di lokasi tersebut tanpa membayar retribusi setiap kali parkir.
Sementara itu, di zona parkir non-berlangganan, pembayaran dilakukan secara tunai sesuai tarif progresif yang berlaku. Chalil menegaskan, tarif di zona non-berlangganan bertujuan membatasi kepadatan dan mendorong kesadaran masyarakat terkait efisiensi biaya melalui parkir langganan.
”Dengan pemasangan rambu ini, diharapkan masyarakat bisa mematuhinya. Rambu adalah ’lidah’ dari aturan. Ketika rambu sudah berdiri, berarti aturan di lokasi tersebut resmi berlaku,” paparnya.
Kabid Hubungan Darat Dishub Sampang Khotibul Umam menambahkan, pihaknya menyiapkan strategi untuk meningkatkan PAD parkir 2026. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada kendala pada optimalisasi skema parkir berlangganan. Selain itu, ada tantangan dalam mengawasi ratusan juru parkir (jukir) harian di seluruh titik.
Tahun depan, lanjut Khotib, dishub akan fokus pada dua hal. Pertama, penguatan parkir berlangganan yang bekerja sama dengan samsat dan instansi terkait. Ini dilakukan untuk memastikan penetrasi parkir berlangganan tahun depan berjalan maksimal.
Kedua, pihaknya akan memberikan pembinaan kepada jukir. Dishub juga akan menerima reward and punishment bagi jukir yang berprestasi dan yang melanggar. ”Semua ini kami lakukan demi terciptanya transparansi penyetoran parkir,” tukasnya. (bil)
Dishub Perbaiki PJU dan Markah Jalan
Dishub Sampang bergerak cepat dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan infrastruktur. Utamanya berkaitan perbaikan dan penggantian lampu penerangan jalan umum (PJU). Tahun ini ada dua lokasi strategis yang diprioritaskan, yakni Jalan Raya Torjun dan Jalan Jamaluddin.
Kepala Dishub Sampang Drs Raden Chalilurachman, M.Si menyampaikan, kegiatan pemeliharaan PJU dilakukan pada hari Jumat (5/12). Tim teknis dari Dishub Sampang fokus memperbaiki tiang-tiang PJU yang rusak atau menggunakan lampu yang redup.
Pemeliharaan PJU di Jalan Raya Torjun dan Jalan Jamaluddin dinilai sangat penting. Dua ruas jalan tersebut merupakan jalur padat yang vital bagi mobilitas warga dan aktivitas perekonomian lokal. Penerangan jalan yang optimal pada malam hari sangat krusial untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan.
”Tim teknis Dishub Sampang menggunakan mobil crane khusus untuk memperbaiki PJU. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian tinggi karena berdekatan dengan instalasi kabel listrik dan telekomunikasi lainnya,” ujarnya.
Chalil menyatakan, selama proses perbaikan, petugas juga memasang kerucut lalu lintas (traffic cone) sebagai upaya menjaga keselamatan kerja serta kelancaran lalu lintas di area perbaikan. ”Dengan perbaikan ini, diharapkan penerangan jalan di dua jalur utama tersebut kembali normal dan berfungsi secara maksimal,” harapnya.
Dishub Sampang juga peduli keselamatan pengendara. Karena itu, tahun ini ada kegiatan penambahan dan pengecatan ulang markah ruas Jalan KH Wachid Hasyim. Pekerjaan ini dilakukan pada Selasa (11/11). Tujuannya, meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Chalil mengungkapkan, pengecatan ulang dan penambahan markah jalan difokuskan di sejumlah ruas utama. Di antaranya Jalan KH Wachid Hasyim yang dikenal sebagai jalur arteri dengan volume kendaraan yang cukup padat. Kegiatan ini dilakukan untuk memberitahukan batas-batas lajur, garis berhenti, dan zebra cross yang mulai pudar akibat faktor cuaca dan intensitas penggunaan.
”Diharapkan setelah seluruh markah jalan selesai dicat ulang dan dilakukan penambahan, Jalan KH Wachid Hasyim akan menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” harapnya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti