SAMPANG, RadarMadura.id - Banyak kisah haru muncul di sekolah-sekolah sejak program makan bergizi gratis (MBG) mulai direalisasikan. Salah satunya terjadi di TK Pertiwi, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Madura.
Cerita tersebut disampaikan oleh S. Maimunah, guru di TK Pertiwi. Ia menyaksikan langsung perubahan suasana sekolah sejak MBG diterapkan.
Menurut Maimunah, sebelum program MBG berjalan, siswa membawa bekal masing-masing dari rumah. Bekal itu kemudian dimakan bersama di sekolah.
Namun, menu bekal yang dibawa siswa tidak pernah sama. Isi bekal sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan selera masing-masing keluarga.
Latar belakang orang tua siswa yang beragam memengaruhi jenis makanan yang dibawa anak. Ada siswa yang membawa bekal lengkap, namun ada pula yang sangat sederhana.
Baca Juga: DPRD Sampang: Program MBG Prabowo Jadi Motor Pemulihan Ekonomi di Daerah
Kondisi tersebut kerap terlihat saat jam makan tiba. Anak-anak sering kali saling memperhatikan bekal temannya.
“Jika waktunya makan, kadang anak-anak saling lihat menu yang dibawa dari rumah. Memperbandingkan dengan temannya,” terang Maimunah. Situasi itu kerap memunculkan rasa berbeda di antara siswa.
Sejak program MBG diterapkan, seluruh siswa menikmati makanan dengan menu yang sama. Tidak ada lagi perbedaan antara satu anak dengan lainnya.
Menu MBG juga disajikan secara bervariasi setiap hari. Selain nasi dan lauk, makanan dilengkapi buah dan terkadang susu.
Maimunah mengaku suasana makan bersama kini terasa lebih hangat dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih fokus menikmati makanan.
Baca Juga: Respons Siswa SDN Dulang soal MBG: Senang Jika Dapat Menu Nasi Goreng dan Bakso
“Saya merasa senang anak-anak bisa makan dengan jatah menu yang sama. Yang terpenting makannya memenuhi empat sehat lima sempurna,” terang Maimunah yang juga pernah menjabat Plt Kepala Sekolah TK Pertiwi itu.
Ia menilai MBG memberikan rasa keadilan bagi seluruh siswa. Program ini juga membantu membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Pihak sekolah berharap program MBG terus berjalan secara berkelanjutan. Asupan gizi yang baik dinilai penting untuk masa depan anak-anak.
“Kami berharap menunya stabil, yang mengandung kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini terus dilanjutkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Dalpenang Sampang, Atoullah, turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah. Ia berterima kasih atas kerja sama yang terjalin dalam pelaksanaan MBG.
Baca Juga: Menu Terkontrol, Program MBG di Sampang Bikin Siswa Tak Lagi Jajan Sembarangan
“Kami selalu meminta masukan dari pihak sekolah. Baik pelayanan dan menu. Kami juga sering mendapatkan surat cinta dari siswa, biasanya minta menu tertentu. Kami tentu senang atas respon ini,” terang Antok, panggilan akrab Atoullah. (dry)
Editor : Hendriyanto