SAMPANG, RadarMadura.id - Banjir rob terjadi di lahan tambak garam di Kecamatan Sreseh dan Pangarengan, Sampang.
Bencana ini merugikan para petambak. Mereka mengeklaim rugi hingga ratusan juta.
Pelaku usaha tambak Desa/Kecamatan Pangarengan Abdul Karim menyampaikan, korban yang terdampak banjir rob terus bertambah.
Semula, sekitar 50 orang yang terdampak, kini bertambah menjadi 70 orang. Sebab, banjir air rob terus meluas.
Bahkan pelaku usaha saat ini menyerah dan ingin disewakan saja lahannya.
Tapi, penyewa sudah tidak mau karena kondisi tambak rusak, katanya kemarin (9/12).
Pria berusia 70 tahun itu mengaku rugi hingga ratusan juta. Sebab, tiga ton garamnya gagal penen karena tambaknya rusak.
Dia berharap, masalah banjir rob segera diatasi oleh pemerintah daerah.
Kami tidak mampu jika tidak dibantu pemerintah. Apalagi, tanggul kami buat secara swadaya bukan dari batu.
Semoga ada solusi supaya tahun depan kami tetap produksi, harapnya.
Kabid Perikanan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud menyampaikan, luasan tambak yang terdampak banjir mencapai 100 hektare lebih.
Dirinya ikut prihatin mengingat stok garam di masyarakat menipis. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.
Kami akan melaporkan ke provinsi dan berkoordinasi dengan BPBD. Kami akan sampaikan ke dinas yang menangani tanggul ini agar bisa diperbaiki, tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri