SAMPANG, RadarMadura.id - Keberadaan payung raksasa di Alun-Alun Trunojoyo Sampang tidak hanya menambah estetika kota.
Tapi, menjadi peneduh dan menghibur pengunjung. Sayangnya, pengoperasian payung itu tidak setiap hari atau sesuai momentum.
Kabid Konservasi dan Pertamanan DLH Perkim Prima Adi Wirawan mengatakan, payung yang ada di Alun-alun Trunojoyo Sampang dipastikan sudah bisa beroperasi. Sebelumnya sempat rusak, sekarang sudah normal, katanya.
Menurutnya, tiga payung elektrik yang dibeli dengan APBD itu tidak bisa beroperasi seperti awal dilaunching.
Dulu memang hampir setiap hari tapi sekarang hanya momentum tertentu saja, ujarnya.
Dijelaskan, kebijakan itu diambil pasca terjadi efisiensi anggaran.
Untuk menghemat biaya operasional, maka payung elektrik dioperasikan sesuai momentum.
Penggunaan listriknya lumayan. Sedangkan biaya listrik kami terdampak efisiensi, ungkapnya.
Ditambahkan, agar payung elektrik tersebut tetap berfungsi normal, institusinya menyediakan anggaran perawatan.
Nominal anggaran perawatan tahun ini kurang lebih Rp 61 juta, pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri