SAMPANG, RadarMadura.id - Ketidaktersediaan sarana transportasi yang layak dan representatif kerap menjadi hambatan bagi guru yang mengajar di Pulau Mandangin, Sampang.
Maka, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut.
Guru SMPN 5 Pulau Mandangin, Sampang, Suliman menyatakan, perhatian pemerintah terhadap pahlawan tanda jasa yang mengajar di kepulauan harus lebih ditingkatkan.
Sebab, guru yang mengajar di kepulauan harus dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Antara lain, melawan kerasnya ombak di laut saat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dapat memengaruhi cepat lambatnya guru sampai ke sekolah.
Saat guru telat, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi terganggu.
Pemenuhan sarana transportasi laut bagi guru yang mengajar di Pulau Mandangin belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah.
Di momentum Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, pihaknya berharap pemerintah mencarikan jalan keluar masalah tersebut.
Transportasi laut menuju Pulau Mandangin tidak hanya menjadi problem untuk guru.
Sebab, yang menyeberang dari bibir pantai menuju Pulau Mandangin bukan hanya guru. Melainkan, juga terdapat tenaga kesehatan, ujarnya.
Pihaknya sudah menyampaikan aspirasi pada Pemprov Jatim agar mendapat atensi khusus.
Yakni, dengan meminta pemprov menyediakan kapal cepat.
Usulan itu sebenarnya disetujui, tapi biaya operasionalnya relatif tinggi.
Jika dikalkulasi, biayanya dalam sebulan hampir sama dengan gaji guru selama satu bulan.
Berbeda dengan kapal yang digunakan sekarang, sebulan hanya Rp 300 setiap orang, ungkapnya.
Plt Kepala Dispendik Sampang Nor Alam belum bisa dimintai keterangan terkait problem transportasi laut guru tersebut. Sebab, saat dijumpai kantornya, yang bersangkutan tidak ada di meja kerjanya. Saat dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan mengaku sedang ada kegiatan. Saya sedang rapat, tandasnya. (bai/jup)
Editor : Amin Basiri