SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Bangkalan dihebohkan dengan peristiwa tenggelamnya enam santri Ponpes Jabal Quran di area bekas galian C Bukit Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, Kamis (20/11). Dua dari enam santri dimakamkan di Sampang karena berasal dari Kota Bahari.
Berdasar data yang diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, dua santri tersebut Moh. Nasiruddin Adrai, 8, asal Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang dan Salman Alfarisi, 8, asal Desa Astapah, Kecamatan Omben.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, orang tua korban dikabari oleh pihak pesantren sekitar pukul 17.00. Pengasuh melalui suara telepon mengabarkan bahwa putra mereka ditemukan meninggal pasca tenggelam di area galian bukit kapur.
”Keduanya dimakamkan di Sampang, meskipun orang tua dari Salman Alfarisi itu sudah berdomisili di Kota Surabaya,” katanya.
Jenazah kedua santri tiba di Kota Bahari sekitar pukul 22.00 setelah dijemput di Puskesmas Jaddih. Kedatangan jenazah diwarnai isak tangis. ”Salman Alfarisi langsung dikebumikan malam itu juga. Sedangkan Moh. Nasiruddin Adrai dikebumikan keesokan harinya di hari Jumat,” tambahnya.
Dijelaskan, tim BPBD memberikan bantuan logistik kepada keluarga korban. Di antaranya, tambahan gizi, siap saji, lauk pauk, terpal, peralatan masak dan makan. ”Juga memberikan bantuan kompor,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti