Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemdes Pangarengan Lestarikan Budaya Leluhur Dengan Menggelar Rokat Somor Agung

Amin Basiri • Sabtu, 22 November 2025 | 19:02 WIB
ABDI NEGARA: Kepala Desa Pangarengan Mohammad Aksan berfoto bersama forkopimcam sebelum pelaksanaan pawai kirab budaya halaman balai desanya Jumat (21/11).
ABDI NEGARA: Kepala Desa Pangarengan Mohammad Aksan berfoto bersama forkopimcam sebelum pelaksanaan pawai kirab budaya halaman balai desanya Jumat (21/11).

SAMPANG, RadarMadura.id -  Pemerintah Desa (Pemdes) Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, melestarikan kebudayaan leluhurnya kemarin (21/11). Yakni, dengan melaksanakan rokat somor agung.

Kepala Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Mohammad Aksan menyatakan, rokat somor rutin dilaksanakan setiap tahun.

Bahkan, sudah menjadi acara seni dan kebudayaan yang biasa digelar setiap November di desanya.

Kali ini, kegiatan yang digelar di Somor Tanto itu dilaksanakan selama dua hari. Yakni, di antaranya Kamis (20/11)-Jumat (21/11). Kegiatan rokat dibuka dengan kegiatan religi, yaitu salawat bersama.

Sedangkan di hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan mamacah atau macapat.

Kegiatan selanjutnya yakni kirab budaya yang diikuti semua elemen desa.

Terakhir, penutupan dengan pembacaan doa bersama tokoh ulama di Desa Pangarengan, ungkapnya.

Kegiatan kebudayaan yang diinisiasi oleh Aksan tersebut sangat positif.

Sebab, kegiatan itu dapat menjadi wahana dalam pelestarian nilai-nilai leluhur. Juga, dapat memperkenalkan kebudayaan kepada generasi penerus.

”Kegiatan ini jug ada acara doa bersama, yang bertujuan untuk keselamatan dan kemajuan Desa Pangarengan, ungkapnya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan.

Sehingga, warga di desanya bisa terus mencintai kebudayaan lokal di tengah era gelobalisasi seperti sekarang

”Kegiatan ini pernah sempat vakum. Tapi, sekarang kami gelorakan kembali agar bisa terus dilestarikan oleh generasi muda kebudayaan yang ada di Desa Pangarengan, tandasnya. (bai/jup)

Editor : Amin Basiri