Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

PBB P2 Minus Rp 4,2 Miliar, BPPKAD Sampang: Bupati Perintahkan Semua Camat Bantu Percepatan Pelunasan

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 21 November 2025 | 14:13 WIB
LENGANG: Petugas penerimaan pembayaran pajak BPPAKD Sampang berada di tempat kerjanya Kamis (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
LENGANG: Petugas penerimaan pembayaran pajak BPPAKD Sampang berada di tempat kerjanya Kamis (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Sampang rendah. Buktinya, menjelang akhir tahun, pendapatan Pemkab Sampang dari PBB P2 hanya 45 persen.

Target PBB P2 Kabupaten Sampang tahun ini Rp 7,5 miliar. Potensi pendapatan tersebut berasal dari 186 desa dan kelurahan di Kota Bahari yang tersebar di 14 kecamatan. Sedangkan realisasinya baru Rp 3,3 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Penglolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Hurun Ien mengaku telah berusaha keras agar target PBB P2 tercapai. Meskipun, biasanya wajib pajak (WP) banyak yang membayar di akhir tahun.

”Pemkab telah berupaya melakukan jemput bola dengan bersurat kepada setiap kepala desa,” katanya Kamis (20/11).

Surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang dicetak tahun ini 539.532. Ratusan ribu SPPT tersebut telah didistribusikan ke desa-desa di Kota Bahari. Namun, hanya WP di tiga desa yang menuntaskan kewajibannya.

”Progres per kecamatan rata-rata sudah 50 persen. Namun, baru tiga desa yang tuntas,” tambahnya.

Tiga desa yang telah tuntas 100 persen adalah Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun. Kemudian, Desa Karangnangger, Kecamatan Omben, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Tambelangan. Sementara, ratusan desa dan kelurahan lainnya belum lunas.

”Hasil rakor evaluasi kami dengan Bapak Bupati, memerintahkan kepada semua camat untuk membantu percepatan pelunasan PBB P2 ini,” ungkapnya.

Terdapat faktor yang menyebabkan rendahnya capaian PBB P2. Salah satunya karena banyak masyarakat beranggapan PBB P2 ditanggung kepala desa. Sehingga, target retribusi PBB P2 di Kota Bahari sulit terpenuhi.

”Kami optimistis ada peningkatan pembayaran di bulan ini, meskipun sulit untuk mencapai target,” paparnya.

Camat Sampang Aminullah menyatakan target PBB P2 di wilayah kerjanya Rp 1,1 miliar. Namun, realisasi baru sekitar Rp 750 juta sampai Rp 800 juta. Dia mengeklaim kesadaran WP untuk memenuhi tanggung jawabnya masih rendah.

”Meskipun kami talah mengumpulkan Kades dan lurah, tetap kami lakukan jemput bola ke setiap desa untuk menggenjot pelunasan,” janjinya. (ay/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tiga desa #pajak #wajib pajak #percepatan pelunasan #jemput bola #sppt #rendah #pbb p2