SAMPANG, RadarMadura.id - Bupati Sampang Slamet Junaidi menghadiri sekaligus me-launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taddan 001 Desa Taddan, Camplong, kemarin (18/11).
Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Mahfudz turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wabup Ahmad Mahfudz menyampaikan, jumlah SPPG yang beroperasi di Kota Bahari terus bertambah.
Pihaknya mengingatkan pengelola agar memperhatikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Sebab, kepemilikan SLHS akan dinilai Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dia mengimbau semua SPPG segera mengurus SLHS. Pihaknya meminta dinas kesehatan dan keluarga berancana (dinkes KB) mendampingi SPPG dalam proses penerbitan SLHS.
Kami berharap dinkes KB mempermudah dan mengawasi SLHS setiap SPPG di Sampang, ujarnya.
Tokoh yang akrab disapa Lora Mahfudz itu menilai, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Ahli Gizi punya peran penting dalam pengelolaan SPPG.
Dia berharap, mereka memperhatikan kualitas menu yang disajikan setiap dapur.
Dia tidak ingin ada SPPG diberhentikan karena tidak memperhatikan menu. Jangan main-main dengan kualitas menu MBG, pesannya.
Lora Mahfudz mengungkapkan, MBG merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Pihaknya mengapresiasi lahirnya program ini karena mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja.
Karenanya, dia berharap SPPG Taddan 001 beroperasi dengan baik serta menjalankan program sebagaimana mestinya.
”Semoga bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan inisiator MBG (Presiden RI), harapnya.
Owner Mitra Yayasan Sakera Muda Pangan SPPG Taddan 001 Faizah Nawali mengatakan, jumlah penerima manfaat sebanyak 2.500 siswa.
Direncanakan, distribusi menu MBG dimulai Rabu (19/11). Semoga MBG yang kami salurkan bisa bermanfaat untuk anak-anak (siswa) sekolah dan meningkatkan perekonomian masyarakat, tukasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri