SAMPANG, RadarMadura.id - Peserta pelatihan kerja juga mengikuti uji kompetensi (ujikom). Itu dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sayangnya, terdapat belasan peserta yang dinyatakan tidak kompeten.
Kabid Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang Ervien Budi Jatmiko menyampaikan, ujikom dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta pelatihan.
Hasil ujikom bisa menjadi modal bisa diterima kerja di perusahaan.
Saat dilakukan ujikom tidak semua peserta lolos. Ada yang kompeten dan tidak, katanya kemarin (17/11).
Dia mengungkapkan, terdapat 256 peserta dari 19 paket pelatihan yang mengikuti ujikom. Hasilnya, lulus 239 orang dan tidak lulus 17 peserta.
Jenis pelatihannya diantaranya pembuatan roti dan kue, otomotif, perawatan AC, service HP dan lainnya.
Selain itu, ada dua paket pelatihan yang sedang berlangsung.
Sekarang kami masih menyelenggarakan dua paket pelatihan tambahan. Nanti juga ada ujikom,” ungkapnya.
Peserta yang tidak lolos ujikom akan dijadikan bahan evaluasi.
Terutama dalam peningkatan keilmuwan selama pelatihan.
Menurutnya, jumlah peserta yang lolos ujikom cukup tingggi. Peserta yang tidak lulus hanya enam persen, lebih banyak yang lulus,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri