Rs
AYU LATIFAH/JPRM
JAMINAN: Pengunjung saat berada di sekitar RSMZ Sampang kemarin.
SAMPANG, RadarMadura.id – Pagu anggaran universal health coverage (UHC) 2026 belum ditentukan.
Saat ini penentuan pagu anggaran sedang dibahas di DPRD Sampang.
Dinkes KB Sampang sudah menyiapkan anggaran untuk program yang dikenal dengan program Jaminan Kesehatan Semesta tersebut.
Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes KB Sampang Nurul Sarifah menyampaikan, pagu anggaran UHC tahun depan sedang dibahas.
Diperkirakan, program UHC 2026 mencapai Rp 56 miliar. Pagu indikatif yang tersedia baru Rp 40,5 miliar.
”Artinya, kekurangannya mencapai sekitar Rp 15 miliar untuk kebutuhan UHC 2026,” tambahnya.
Dia mengutarakan, jumlah peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah (PBID) mencapai 99.380 orang hingga Sabtu (1/11).
Setiap bulan, tagihan yang harus dibayar ke BPJS Kesehatan berkisar Rp 4 miliar.
”Sampai Oktober, anggaran yang sudah terserap Rp 43,2 miliar dari pagu Rp 57 miliar,” tuturnya.
Baca Juga: Puluhan Gram Emas Milik Lansia Digondol Maling, Korban Mengalami Kerugian Ratusan Juta
Ada beberapa langkah yang akan diambil untuk memenuhi kekurangan anggaran UHC 2026. Di antaranya mengoptimalkan anggaran kegiatan fisik.
Artinya, kegiatan fisik terancam ditiadakan. Kami akan bahas lebih lanjut dengan TAPD, terangnya.
Nurul mengungkapkan, dana untuk program UHC diambil dari tiga sumber anggaran. Yakni. dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), pajak rokok, dan DAU earmark.
Menurutnya, tahun depan DAU earmark diprediksi menyusut.
”Kami juga telah melakukan penghapusan atau menonaktifkan peserta, terutama yang meninggal, ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud meminta eksekutif agar mengalokasikan anggaran yang cukup untuk UHC 2026.
Tujuannya, supaya semua masyarakat tetap bisa menikmati program UHC.
”Jika anggaran defisit, kita akan upayakan terpenuhi, insyaallah aman, tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri