Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ditemukan Banyak Luka Bacok, Korban Diduga Driver Taksi Online

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 4 November 2025 | 14:42 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah

SAMPANG, RadarMadura.id –  Seorang pria ditemukan bersimbah darah di jalan setapak di Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, Minggu (2/11). Korban ditemukan dalam keadaan terikat, mata ditutup, dan mengalami luka bacok.

Pria malang itu teridentifikasi bernama Raffa Galang Prayoga. Remaja 19 tahun tersebut tercatat sebagai warga Surabaya yang sehari-hari bekerja sebagai driver taksi online. Raffa Galang Prayoga diduga menjadi korban pembegalan.

”Informasinya, korban mengantarkan penumpang yang dipesan secara offline, lalu dibegal dan mobilnya dibawa,” ujar sumber Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan, identitas korban sempat tidak diketahui. Namun, setelah dilakukan pendalaman, jati diri korban akhirnya terungkap. ”Berdasar hasil penyelidikan, korban berinisial RGP (Raffa Galang Prayoga),” ujarnya.

Saat kali pertama ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup. Lalu, anggota Polsek Tambelangan bersama warga sekitar langsung membawa korban ke puskesmas setempat agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

”Namun setelah dilakukan upaya perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.03 Minggu (2/11),” ucapnya.

Eko memaparkan, terdapat sejumlah luka bacok di tubuh korban. Antara lain, di bagian lengan sebelah kiri, perut  samping bagian kiri, dan wajah sebelah kanan. Selain itu juga terdapat luka di bagian tengkuk leher, punggung, dan bahu.

Namun, perwira dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu belum bersedia membeberkan motif pembacokan korban. Alasannya, masih dalam proses penyelidikan.

”Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait siapa tersangka maupun motif kejadian,” katanya.

Kepala Puskesmas (Kapus) Tambelangan Sampang Bustanul Arifin membenarkan, korban sempat dibawa ke lembaganya oleh warga dan anggota polsek setempat untuk mendapat perawatan. Saat itu identitasnya belum diketahui.

Sebab, tidak ditemukan tanda pengenal di tubuh korban yang sudah tak berdaya. ”Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian melalui sidik jari, sudah diketahui informasinya. Lebih jelasnya ditanyakan ke Polres Sampang,” pintanya.

Saat sampai di Puskesmas Tambelangan, korban sudah dalam keadaan kritis. Tim tenaga kesehatan (nakes) sempat melakukan tindakan pemasangan infus kepada korban. Namun, korban sudah lebih dulu meninggal dunia.

”Setelah dilakukan penyelidikan, kami langsung mengantarkan jenazah ke RSMZ Sampang,” bebernya.

Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik menyatakan, korban sempat dibawa ke lembaganya, sekitar pukul 20.00, Minggu (2/11). Lalu, dijemput keluarganya dari Kota Pahlawan sekitar pukul 06.00 Senin (3/11).

”korban sudah dijemput oleh keluarganya dan sudah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Krembangan, Surabaya,” tandasnya. (bai/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#korban pembegalan #luka bacok #meninggal #driver #taksi online #penyelidikan