Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Miliaran di Bidang Kesmas Dinkes dan KB Sampang Mubazir, Ini Sebabnya

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 1 November 2025 | 17:11 WIB
Ilustrasi anggaran pemerintah (JawaPos.com)
Ilustrasi anggaran pemerintah (JawaPos.com)

SAMPANG, RadarMadura.id – Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes dan KB Sampang mengelola anggaran sebesar Rp 1.432.788.000. Dana tersebut dialokasikan untuk pengelolaan upaya kesehatan ibu dan anak.

Anggaran miliaran tersebut mubazir karena tidak akan habis dipakai hingga akhir tahun anggaran. Hingga akhir September, dana yang terserap hanya Rp 132 juta. Diprediksi, anggaran yang tidak terserap mencapai Rp 1 miliar hingga akhir 2025.

Kabid Kesmas Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi mengakui jika serapan anggaran tersebut rendah. Dia mengatakan, serapan anggaran bergantung pada jumlah sampel yang diperiksa.

Program pengelolaan upaya kesehatan ibu dan anak itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik. ”Sisanya lumayan banyak,” katanya.

Dia mengutarakan, anggaran miliaran itu dialokasikan untuk pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir. Sampel darah bayi diambil dari tumit untuk diuji laboratorium. Itu dilakukan untuk skrining hipotiroid kongenital (SHK).

”Jadi, setiap hari kami mengumpulkan kertas saring yang diambil bidan, rumah sakit dan klinik lalu dikirim ke RSUD dr Soetomo, Surabaya,” tuturnya.

Agus mengungkapkan, target bayi yang dilakukan pemeriksaan SHK sembilan ribu. Hingga sekarang yang terdata sekitar enam ribu bayi. Dia meyakini target tersebut bisa tercapai, meski anggaran tidak terserap semua.

Dia menjelaskan, SHK merupakan langkah deteksi dini untuk mengecek kesehatan bayi. Ada enam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada bayi baru lahir. Namun, hanya tiga pemeriksaan yang melalui laboratorium, termasuk SHK.

”Sekali periksa, biayanya sekitar Rp 60 ribu. Diprediksi ada sisa anggaran karena tidak semua bayi dilayani di Sampang, ada yang dari luar,” terang Agus. (bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pemeriksaan #anggaran #kesehatan ibu dan anak #tidak terserap #mubazir #bayi baru lahir #SHK