Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pertamina Desak Polisi Segera Tangkap Para Pelaku, Kasus Pembacokan dan Penembakan Petugas SPBU 54.692.06 Camplong

Hera Marylia Damayanti • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:35 WIB
TRAGEDI BERDARAH: Anggota Polres Sampang saat melakukan olah TKP di SPBU 54.692.06, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Senin (20/10). (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)
TRAGEDI BERDARAH: Anggota Polres Sampang saat melakukan olah TKP di SPBU 54.692.06, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Senin (20/10). (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mendesak polisi segera menangkap para pelaku pembacokan dan penembakan petugas SPBU 54.692.06 di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, 29. Pasalnya, hingga kemarin (26/10), para pelaku belum diringkus.

Ahad Rahedi selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, setelah melapor ke polisi, pihaknya melalui pengelola SPBU juga memberikan pendampingan hukum kepada korban.

”Kami menyiapkan tim hukum untuk mengungkap fakta agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ahad mengatakan, pihaknya bersama manajemen SPBU sudah berkoordinasi dengan Polres Sampang. Baik terkait pengamanan di SPBU maupun pengusutan kasus yang menimpa petugas SPBU. ”Kami mendesak Polres Sampang mengusut tuntas kasus pembacokan dan penembakan karyawannya,” pintanya.

Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo belum bisa berkomentar banyak terkait kasus tersebut. Dia berjanji bakal mengecek ke unit yang menangani kasus tersebut. ”Kami kroscek dulu,” ujarnya.

Keluarga korban yang enggan namanya dikorankan menyatakan, sampai saat ini pihak keluarga belum menerima informasi terbaru terkait penangkapan para pelaku. Polisi terkesan tidak serius mengusut kasus tersebut. ”Padahal, semua barang bukti (BB) dan keterangan saksi sudah lengkap, tapi pelaku tak kunjung ditangkap,” sesalnya.

Menurutnya, pihak keluarga kecewa dengan kinerja Satreskrim Polres Sampang. ”Kinerja Polres Sampang patut dipertanyakan, ada apa di balik semua ini. Sampai hari ketujuh para pelaku belum ditangkap,” ujarnya.

Dia berpendapat, jika salah satu pelaku merupakan tokoh masyarakat, seharusnya bersikap kesatria. Polisi juga harus memiliki strategi untuk meringkus para pelaku.

”Dari tiga pelaku yang terekam CCTV, tidak ada satu pun yang ditangkap,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, petugas SPBU bernama Hairuddin, menjadi korban penganiayaan dan penembakan. Warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, itu mengalami luka parah setelah dikeroyok tiga pria.

Insiden tersebut terekam CCTV yang ada di area SPBU 54.692.06. Aksi pengeroyokan dilakukan oleh tiga pria yang membawa sajam jenis celurit. Bahkan, seorang pelaku sempat menembak korban menggunakan senjata api sebanyak dua kali. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#terekam cctv #polres sampang #penganiayaan dan penembakan #pertamina #kecewa #kasus pembacokan #pelaku belum ditangkap #petugas SPBU