Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sumber Pendapatan Berkurang, Puskesmas Tambelangan Menanggung Hutang ke BPJS Kesehatan

Hendriyanto • Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:36 WIB

KEJAR PENDAPATAN: Puskesmas Tambelangan Sampang masih harus melunasi tunggakan BPJS Kesehatan.
KEJAR PENDAPATAN: Puskesmas Tambelangan Sampang masih harus melunasi tunggakan BPJS Kesehatan.

SAMPANG, RadarMadura.id – Puskesmas Tambelangan, Sampang harus bekerja keras agar target pendapatan tahun ini bisa tercapai seratus persen. Apalagi, sumber pendapatan berkurang. Hingga akhir September, capaian pendapatan puskesmas baru 69 persen atau Rp 3,2 miliar dari target Rp 4,6 miliar.

Kepala Puskesmas Tambelangan dr Bustanul Arifin mengatakan, target pendapatan hingga triwulan tiga atau akhir September 75 persen. Dia menyadari jika target tersebut tidak tercapai. Untuk mencapai target itu kurang enam persen.

”Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa mendekati seratus persen,” katanya kepada JPRM.

Dia mengutarakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan pendapatan itu tak mencapai target. Di antaranya, sumber pendapatan dari dana kapitasi berkurang karena jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan dikurangi.

Di sisi lain, pasien umum minim karena semua masyarakat sudah terdaftar BPJS Kesehatan melalui program universal health coverege (UHC). Tahun ini, Puskesmas Tambelangan juga menanggung hutang ke BPJS Kesehatan karena kelebihan bayar pada 2022 dan 2023.

”Kelebihan bayar itu dibebankan tahun ini. Otomatis ini juga mengurangi pendapatan kami,” tuturnya.

Baca Juga: Puskesmas Tambelangan Intens Gelar Posyandu Balita

Bustanul menjelaskan, BPJS Kesehatan mendata ulang peserta penerima bantuan iuran (PBI) JKN yang meninggal dan tidak memenuhi syarat pada periode 2022 dan 2023. Waktu itu, pihaknya sudah mengklaim ke BPJS Kesehatan. Setelah pendataan selesai, terdapat peserta meninggal tapi masuk klaim yang sudah dibayar ke puskesmas.

”Jadi, puskesmas punya kewajiban untuk membayar antara 30 jutaan yang diambil dari klaim setiap bulannya,” terangnya.

Berkaitan dengan serapan belanja Puskesmas Tambelangan, Bustanul mengakui jika masih rendah. Ada sejumlah belanja modal yang belum terealisasi. Misalnya, belanja elektronik, alat kedokteran, instalasi air, pemeliharaan gedung, belanja obat dan yang lainnya.

Anggaran belanja obat dan barang habis pakai (BHP) yang belum terserap sekitar Rp 300 juta. Obat ini disiapkan untuk kebutuhan stok hingga awal 2026. Bustanul memastikan, semua belanja akan terealisasi sebelum tutup tahun anggaran.

”Belanja obat sudah 95 persen. Belanja modal yang lain masih proses komunikasi dengan barjas. Insyaallah sampai Desember bisa realisasi semua,” paparnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Kepatuhan Badan Usaha untuk Dukung Program JKN

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengaku sudah mengetahui kendala yang terjadi di puskesmas. Termasuk pemicu rendahnya pendapatan dan belanja. Dia mendorong agar puskesmas meningkatkan kinerja. Misalnya, membuat inovasi untuk memaksimalkan potensi pendapatan.

”Jika serapan anggaran rendah, itu menandakan bahwa banyak program yang belum terealisasi. Makanya perlu ada inovasi dari puskesmas,” pesannya. (bil)

Editor : Hendriyanto
#jkn #sampang #puskesmas #tambelangan #bpjs