SAMPANG, RadarMadura.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memproyeksikan rehabilitasi Pasar Camplong bisa mulai dilaksanakan tahun depan. Rencana tersebut sudah diusulkan kepada Pemprov Jatim dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 60 miliar.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Subairi menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas pasar menjadi salah satu prioritas daerah. Pemerintah ingin mempercepat upaya perbaikan karena kondisi Pasar Camplong dinilai sudah tidak representatif.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Sampang tidak bisa melaksanakan pembangunan sendiri. Oleh karena itu, pengajuan bantuan dana sudah diajukan kepada pemerintah provinsi sejak Juni lalu.
”Rehab Pasar Camplong sudah kami usulkan ke provinsi bulan Juni. Kita proyeksikan tahun depan bisa dilaksanakan apabila disetujui," ujarnya Kamis (25/9).
Baca Juga: 180 Warga Camplong Terima Bantuan Disabilitas dari Pemkab Sampang
Rencana pembangunan tersebut dirancang dengan konsep pasar modern. Gedung akan dibuat dua lantai lengkap dengan pagar pembatas dan fasilitas penunjang.
Nantinya, lantai satu akan difokuskan untuk pedagang basah seperti ikan, daging, dan sayuran. Sedangkan lantai dua akan difungsikan bagi pedagang kering.
Subairi menambahkan, desain dua lantai itu dipilih agar aktivitas perdagangan lebih tertata. Selain itu, pemisahan jenis dagangan juga akan memudahkan pengunjung dalam berbelanja.
”Usulan yang kami sampaikan senilai Rp 60 miliar. Semoga jika disetujui, tahun depan pembangunannya sudah bisa dimulai," tegasnya.
Rehabilitasi Pasar Camplong dinilai mendesak karena pasar merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selama ini, banyak pedagang dan pembeli yang mengeluhkan kondisi fasilitas pasar yang dianggap sudah kurang memadai.
Wakil Ketua DPRD Sampang Iwan Effendi turut memberikan dukungan terhadap rencana rehab tersebut. Dia menegaskan, pemerintah wajib memberikan pelayanan yang baik karena selama ini sudah menarik retribusi dari aktivitas pedagang di pasar.
”Ketika ada penarikan retribusi, harus ada pelayanan yang layak yang dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah memang seharusnya mengupayakan fasilitas pasar dalam kondisi bagus," ungkapnya.
Menurut Iwan, pasar tradisional masih menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana yang ada.
Dia berharap, usulan anggaran sebesar Rp 60 miliar bisa direalisasikan oleh pemerintah provinsi. Dengan begitu, rehab pasar tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pasar tradisional.
Selain itu, DPRD menilai pembangunan pasar dua lantai akan membawa manfaat jangka panjang. Aktivitas jual beli bisa lebih tertib, sementara pedagang mendapatkan tempat usaha yang lebih representatif.
Baca Juga: Capaian PAD Pasar di Bawah Target
”Kalau pasar tertata, pedagang lebih nyaman dan pembeli juga senang. Ujungnya, ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih baik," imbuhnya.
Pemerintah daerah optimistis usulan rehab Pasar Camplong mendapat respons positif dari Pemprov Jatim. Pasar yang lebih tertata diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sampang. (jun/dry)
Editor : Hendriyanto