SAMPANG, RadarMadura.id – Puluhan pegawai RSUD dr Mohammad Zyn Sampang (RSMZ) Sampang jadi korban dugaan penggelapan pajak penghasilan (PPh).
Tak terkecuali mantan Kepala Dinkes dan KB Sampang Abdullah Najich. Sebab, dia tercatat bertugas sebagai dokter spesialis paru di rumah sakit pelat merah tersebut.
Abdullah Najich mengakui jika dirinya menjadi korban dugaan penggelapan PPh yang dilakukan oknum pegawai RSMZ Sampang.
Menurutnya, korbannya bukan hanya dirinya. Tapi, dia tidak tahu pasti jumlah pegawai yang menjadi korban. ”Saya kurang tahu jumlahnya,” ujarnya.
Awalnya, dirinya tidak tahu jika ada penggelapan PPh. Najich baru mengetahui masalah tersebut setelah diberi tahu direktur rumah sakit.
”PPh itu dipotong setiap kali kami mendapatkan jasa (gaji) medis bulanan. Kami tidak tahu ada penggelapan atau tidak,” tuturnya.
Najich menganggap dirinya sudah membayar pajak pada negara. Sebab, saat menerima jasa medis bulanan langsung dipotong.
”Kami anggap pembayaran PPh sudah selesai, tidak ada urusannya dengan kami. Itu tanggung jawab direktur, karena oknum W yang tidak menyetor PPh,” ungkapnya.
Dia menambahkan, semua kewajiban PPh sudah dilunasi dibantu manajemen RSMZ. Pihaknya sudah menerima surat hasil laporan penyetoran PPh pada negara melalui kantor pajak.
”Laporan yang kami terima, PPh itu sudah disetor semua ke kantor pajak. Perihal digelapkan, itu sudah menjadi tanggung jawab direktur,” imbuhnya.
Plt Direktur RSMZ Sampang Bhakti Setiyo Tunggal belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan penggelapan PPh pegawai yang dilakukan anak buahnya tersebut. Saat dihubungi melalui aplikasi WhastApp, dia tidak merespons. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti