SAMPANG, RadarMadura.id - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sampang meninjau harga bahan pokok kemarin (17/9).
Ada dua lokasi yang dikunjungi, yakni Pasar Rongtengah dan Toko Mitra Swalayan. TPID komitmen tekan inflasi.
Ketau TPID Sampang Yuliadi Setiyawan menyampaikan, pihaknya punya kewajiban untuk menyurvei harga sembako.
Hasilnya, akan dilaporkan pada TPID Jawa Timur dan pemerintah pusat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengendalikan inflasi.
Menurutnya, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi.
Misalnya, penguatan data ketersediaan bahan pokok, memastikan distribusi pangan yang efisien, serta melakukan intervensi kegiatan pasar.
Berdasar hasil evaluasi TPID, lanjut pria yang akrab disapa Wawan itu, harga beras naik. Di antara pemicunya, tingginya permintaan dan produksi berkurang.
Masalah ini perlu dicarikan solusi agar harga beras segera stabil.
”Pemicu kenaikan harga beras karena produksi turun dan kebutuhan masyarakat meningkat. Sepertinya karena sekarang momentum peringatan Maulid Nabi, ujarnya.
Wawan mengungkapkan, sejauh ini daya beli masyarakat terhadap beras tinggi karena termasuk kebutuhan pokok.
Pihaknya punya kewajiban menjaga stabilitas harga beras agar tidak dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Baca Juga: Enam Pasang Sapi Bakal Wakili Sampang di Piala Presiden
Selain itu, TPID juga meninjau harga daging, minyak goreng, hingga cabai.
Secara umum harganya stabil. Namun, hasil peninjauan tersebut akan ditindaklanjuti dalam rapat internal. Pihaknya akan merumuskan solusi agar harga bahan pokok tetap stabil.
Setelah mengetahui detail hasil temuan lapangan, kami akan melaksanakan rapat untuk menggali penyebab utamanya dan tentu mencari solusi, jelasnya. (jun/bil)
Editor : Amin Basiri