SAMPANG, RadarMadura.id – Pemenuhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang terus berproses. Ada sebanyak 75 dapur yang terbentuk untuk merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG). Sebanyak 30 unit sudah beroperasi dan 40 unit sisanya sudah mengantongi izin dan tinggal menunggu launching.
Meski begitu, jumlah dapur yang ada belum memenuhi kebutuhan. Sebab, Kabupaten Sampang membutuhkan 93 unit dapur untuk mengoptimalkan layanan di 14 kecamatan. Dengan demikian, dapur MBG yang harus disediakan tersisa 18 unit.
Hal ini disampaikan Bupati Sampang Slamet Junaidi. Menurutnya, program MBG di sejumlah kecamatan sudah berjalan. Program MBG tersebut bermanfaat dan mendukung peningkatan ekonomi suatu wilayah. Sebab, dapur MBG memerlukan suplai bahan baku dari pengusaha lokal. Seperti telur, daging, sayur, dan lainnya.
Dia minta pengusaha lokal juga bisa bersaing secara sehat dan mengedepankan kualitas. Artinya, semua hasil produksi dapur MBG harus bagus dan memenuhi standar gizi. Dengan begitu, bahan baku yang diterima dari penyedia telah memenuhi syarat sebelum diolah.
Orang nomor satu di Kabupaten Sampang itu juga mengingatkan agar setiap SPPG bekerja sesuai dengan ketentuan. ”Setiap SPPG pasti membutuhkan bahan baku dari pengusaha lain untuk diolah. Dengan begitu perokonomian juga akan lebih hidup,” jelasnya.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanta menyampaikan, selama ini satgas sudah aktif bekerja untuk mengawasi realisasi program MBG. Dia juga siap menerima pengaduan dari masyarakat apabila ada kejanggalan dalam pelaksanaan program MBG.
Dia tidak segan mengingatkan para mitra yang mengelola SPG sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas produk. Dia juga berencana untuk membentuk posko pengaduan layanan MBG. ”Itu salah satu komitmen kami untuk memastikan realisasi program MBG sesuai ketentuan,” tandasnya. (jun/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti