SAMPANG, RadarMadura.id – Campak telah merenggut satu nyawa di Kabupaten Sampang. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang menggenjot program vaksinasi campak pada anak.
Kabid P2P Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat menyatakan, lembaganya telah bergerak cepat untuk menindaklanjuti merebaknya penderita campak di Kota Bahari. Sebab, dari 433 anak yang terindikasi suspek campak, satu di antaranya meninggal dunia.
”Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk memasifkan vaksin campak pada semua anak di Kabupaten Sampang,” ujarnya.
Lembaganya diberi target dalam setahun untuk merealisasikan vaksin campak 95 persen untuk imunisasi vaksin Measles and Rubella (MR) 1. Yakni, untuk anak berusia sembilan bulan. Sementara target MR 2 bagi baduta (bayi di bawah dua tahun) ditarget 85 persen.
”Sedangkan kategori MR 3 usia siswa kelas 1 SD/MI ditarget 88 persen,” ujarnya.
Saat ini capaian vaksin MR belum sesuai target. Penyelenggaraan vaksin MR 1 baru tercapai 41,22 persen. Sedangkan MR 2 baru tercapai 28 persen, dan MR 3 masih berjalan.
”Saat ini kami terus upayakan untuk mencapai target itu,” katanya.
Ada beberapa penyebab rendahnya capaian vaksinasi. Di antaranya, karena banyak orang tua yang malas datang ke lokasi untuk pelaksanaan vaksin campak. ”Serta masih ada masyarakat yang takut anaknya sakit jika dilakukan vaksin campak,” ujarnya.
Ketua LSM Fakta Jatim Muhammad Hakim mengatakan, dinas terkait harus bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya vaksin campak tersebut. Sehingga, tidak ada lagi korban berjatuhan akibat campak.
”Ini jangan dianggap remeh, mesti lebih serius dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksin MR itui,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti