Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Satgas MBG Kabupaten Sampang Ingatkan SPPG, Makanan Harus Penuhi Standar Gizi

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 4 September 2025 | 16:07 WIB
MAKANAN BERGIZI: Sejumlah petugas tengah menyiapkan makanan di SPPG Darun Najah di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Senin (25/8). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
MAKANAN BERGIZI: Sejumlah petugas tengah menyiapkan makanan di SPPG Darun Najah di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Senin (25/8). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) sudah berjalan di sejumah kecamatan di Kabupaten Sampang. Satuan Tugas (Stagas) MBG Kabupaten Sampang mengingatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bekerja sesuai aturan. Makanan yang didistribusikan harus memenuhi standar gizi.

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanta. Menurutnya, satgas bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap realisasi dari program MBG. Memastikan semuanya berjalan sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. Termasuk, standar gizi dari setiap menu makanan yang disalurkan SPPG.

Dikatakan, sudah ada 24 SPPG atau dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Sampang. Selain itu, sudah 20 SPPG yang mengantongi izin menunggu launching untuk segera beroperasi. Lalu, ada seratus lebih pengajuan dari masyarakat untuk membentuk SPPG yang akan membantu merealisasikan program MBG.

Dirinya meminta, semua dapur penyuplai makanan bergizi gratis dapat bekerja profesional. Setiap makanan yang diproduksi harus memenuhi standar gizi. Sementara, kata dia, belum ada pengaduan atas proses penyaluran bantuan makanan bergizi gratis di Sampang.

Menurut Sudarmanta, pihaknya juga melibatkan TNI dan Polri dalam satgas untuk membantu mengawasi pelaksanaan program. Dirinya akan secepat mungkin bertindak, apabila menerima pengaduan atau temuan realisasi program MBG tidak maksimal. Misalnya, tidak memenuhi standar gizi atau produk makannya kurang higienis.

”Kami akan mengawasi untuk memastikan program tepat sasaran dan sesuai petunjuk teknis. Sasaran penerima harus benar-benar merasakan manfaat dari program ini,” jelasnya.

Kepala Mitra SPPG Yayasan Pendidikan Islam Darun Najah Mohammad Dofir menyampaikan, semua kegiatan produksi sampai dengan proses pendistribusian makanan dilakukan sesuai dengan standar yang ditentukan Badan Gizi Nasional. Pihaknya juga telah berkomitmen untuk mendukung program MBG sesuai petunjuk teknis.

Pihaknya juga membentuk pengawas internal untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Termasuk, pengawasan terhadap bahan baku yang harus dalam kondisi bagus. Dapur MBG yang dia kelola juga membentuk kesepakatan kepada semua pemasok bahan baku yang mengharuskan mengganti apabila ditemukan produk yang tidak sehat.

”Kalau bahan baku yang kami terima tidak bagus, barang kami kembalikan supplier dan supplier harus mengganti sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan,” jelasnya. (jun/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Standar #Mbg #badan gizi nasional #SPPG #program