SAMPANG, RadarMadura.id – Aksi perusakan kendaraan bermotor (ranmor) oleh orang tidak dikenal (OTK) kembali menggegerkan warga Kecamatan Kedungdung, Sampang.
Kali ini, OTK merusak sepeda motor milik Khoirul Anwar, 30, warga Dusun Taporo, Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang.
Polsek Kedungdung sudah menerima laporan terkait perusakan sepeda motor merek Honda tipe Vario dengan nomor polisi (nopol) L 5539 IH tersebut.
Namun, sampai saat ini, terduga pelaku belum ditangkap. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
Khoirul Anwar mengaku tidak hanya sekali menjadi korban teror OTK. Dia mengaku sudah dua kali sepeda motornya dirusak OTK.
Baca Juga: 20 Anak Tewas karena Campak, Menkes Budi Gunadi Tinjau Vaksinasi dan Pasien Campak di Sumenep
”Pertama sepeda motor saya dirusak pada Senin (4/8). Saat itu, tempat oli motor dipenuhi garam sampai penuh. Kabel rem belakang sepeda motor juga dipotong,” ujarnya.
Saat itu, Khoirul Anwar menduga terduga pelaku teror bukan orang jauh. Karena itu, insiden itu tidak dibawa ke jalur hukum.
”Saya memutuskan untuk memperbaiki sepeda motor ke bengkel. Saat itu harus bongkar mesin,” katanya.
Kemudian, pada Minggu (24/8) sekitar pukul 22.00, Khoirul Anwar pulang ke rumahnya lantaran sang anak sakit. Saat itu, sepeda motornya diparkir di luar pagar rumah.
”Waktu tidur-tiduran di musala rumah, tiba-tiba terdengar suara letusan ban. Setelah dicek, ternyata, sepeda motor saya yang meletus,” tuturnya.
Baca Juga: Teror Bakar Kendaraan Kembali Terjadi di Sampang, Pelaku Todongkan Senpi
Khoirul Anwar lalu berusaha mengejar terduga pelaku. Dia mengaku sempat melihat bayangan terduga pelaku. Saat itu, dia melihat pelakunya kurang lebih dua orang.
”Keesokan harinya, saya melapor ke Polsek Kedungdung,” ungkapnya.
Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Khoirul Anwar mengaku tidak pernah bermasalah dengan siapa pun.
”Kami berharap polisi mengungkap kasus ini sampai tuntas. Sebab, saya sudah dua kali menjadi korban teror, saya terganggu,” bebernya.
Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, Polsek Kedungdung sudah menerima pengaduan dari korban pada Senin (25/8) sekitar pukul 10.00.
”Kejadiannya pada Minggu (24/8) sekitar pukul 22.00 dan tempat kejadian perkara (TKP) di halaman rumah korban,” terangnya.
Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto menambahkan, institusinya memang sudah menerima laporan tersebut. Tapi, sampai saat ini belum diketahui identitas OTK yang diduga melakukan perusakan sepeda motor korban.
Baca Juga: Deretan Film Horor Indonesia April 2025: Teror Baru di Bioskop Tanah Air
”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ulasnya.
Menurutnya, institusinya melibatkan tim inafis Polres Sampang saat melakukan olah TKP. Selain sepeda motor milik korban, institusinya juga sudah mengantongi sidik jari terduga pelaku.
”Masih dikroscek oleh tim inafis Polres Sampang,” tegasnya.
Dijelaskan, sejauh ini institusinya sudah memeriksa satu saksi, yakni korban selaku pemilik kendaraan bermotor. Berdasar pengakuan saksi, yang bersangkutan tidak memiliki permasalahan dengan orang lain.
”Tapi, ada dugaan terjadi konflik di internal keluarga. Informasinya, korban beristri dua. Salah satu pihak keluarga ada yang tidak terima,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hendriyanto