SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang, sempat waspada. Pasalnya, aksi pencurian pakaian dalam meresahkan masyarakat.
Pelaku juga pilih-pilih barang yang jadi sasaran. Pencuri hanya mencuri kutang dan celana dalam perempuan. Sedangkan pakaian jenis lain dirobek-robek.
Aksi pelaku pencurian pakaian dalam wanita pada malam tersebut terekam CCTV. Pelaku memakai masker dan bersepatu. Dia mengembat pakaian dalam milik warga di teras rumah.
”Kebetulan yang dicuri pakaian dalam milik keluarga saya (istrinya),” ujar Muslim, 30, warga Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang.
Aksi pencurian itu terjadi sepekan yang lalu. Saat ini dia tidak lagi mendapat informasi aksi pelaku yang berkeliaran di sekitar dusun tempat tinggalnya.
”Tidak tahu kalau di dusun sebelah, apakah masih ada yang kehilangan pakaian dalam wanita atau tidak,” ujarnya.
Muslim mengungkapkan, tahun lalu, aksi pencurian pakaian dalam wanita juga terjadi. Peristiwa itu membuat masyarakat resah. Sebab, pakaian yang diambil merupakan pakaian dalam perempuan. Mereka khawatir dibuat hal-hal yang tidak diinginkan. ”Mudah-mudahan pelaku bisa diamankan oleh kepolisian,” harapnya.
Kapolsek Camplong Iptu Bambang Budiyanto mengatakan, video rekaman CCTV tentang pencurian pakaian dalam wanita dan robeknya baju wanita beredar di media sosial (medsos). Pencurian tersebut terjadi di rumah Muslim pukul 22.00 Sabtu (26/7).
”Kami telah mengecek ke yang bersangkutan. Sudah terdapat 6 KK di Dusun Komarong yang kehilangan pakaian dalam wanita dan perusakan baju,” ungkapnya.
Bambang menuturkan, hilangnya pakaian dalam wanita milik warga Desa Rabasan diketahui Minggu (27/7) pagi. Kasus tersebut hanya terjadi di Desa Rabasan dan tidak ditemukan kejadian serupa di daerah lain.
”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelakunya,” katanya.
Dua video pencurian pakaian dalam wanita itu beredar di medsos. Video pertama menunjukkan aksi pelaku. Video kedua terkait pengumuman agar masyarakat tidak meletakkan jemuran di luar rumah karena telah terjadi pencurian BH dan celana dalam perempuan dan perobekan daster. (bai/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti