SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang ingin memperbaiki fasilitas Pasar Hewan Aeng Sareh. Namun, tahun ini dinas tidak menyiapkan anggaran. Pemkab Sampang meminta bantuan provinsi untuk memperbaiki pasar tersebut.
Kabid Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang Subairi menyampaikan, pihaknya tidak menyiapkan anggaran untuk program revitalisasi pasar. Alasannya, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Kondisi keuangan daerah tidak cukup untuk membiayai perbaikan pasar tersebut.
Menurutnya, sejumlah pasar di Kota Bahari membutuhkan perbaikan. Ada sejumlah pasar yang belum tersentuh perbaikan. Karena itu, pihaknya berinisiatif mengajukan anggaran perbaikan kepada pemerintah provinsi.
Pasar yang diajukan perbaikan adalah Pasar Hewan Aeng Sareh. Subairi menilai, fasilitas pasar itu butuh ditingkatkan. Tujuannya, untuk menunjang aktivitas pasar yang diharapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat.
”Kalau daerah belum mampu menyediakan dana sendiri untuk perbaikan pasar karena anggaran yang dimiliki terbatas. Perbaikan Pasar Hewan Aeng Sareh butuh anggaran sebesar Rp 6 miliar,” tuturnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan revitalisasi Pasar Hewan Aeng Sareh bisa terealisasi tahun ini. Pihaknya masih menunggu respons dari pemerintah provinsi. ”Kami hanya bisa menunggu. Bisa saja direalisasikan tahun ini atau tahun depan,” ujarnya.
Subairi mengungkapkan, pasar hewan itu aktif menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahunnya. Setiap tahun bisa menghasilkan PAD ratusan juta. Dia menyebut, capaian PAD Pasar Hewan Aeng Sareh pada 2024 sebesar Rp 332.845.500.
”Tahun lalu targetnya Rp 432.810.000. Artinya, yang berhasil terserap 76,90 persen,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti