Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ketidaksesuaian Material Proyek Ditengarai Akibat Pengawasan Lemah

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 30 Juli 2025 | 03:55 WIB
JANGGAL: Pekerja berada di sekitar proyek drainase BK Provinsi di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Kamis (17/7). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
JANGGAL: Pekerja berada di sekitar proyek drainase BK Provinsi di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Kamis (17/7). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Proyek drainase di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB). Sebab, material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Proyek yang bersumber dari dana bantuan keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tersebut harusnya menggunakan batu gunung. Namun, dalam pengerjaannya hanya menggunakan pasir dan batu (sirtu). Ketidaksesuaian material proyek itu diduga karena lemahnya pengawasan saat pengerjaan.

Camat Pangarengan Sampang Nur Holis tidak tahu-menahu tentang ketidaksesuaian proyek yang menelan anggaran Rp 300 juta tersebut. Dia berdalih tidak memiliki kompetensi di bidang teknik sipil.

”Secara teknik kami kurang tahu urusan batu yang digunakan,” ujarnya.

Tetapi yang pasti, lokasi pekerjaan itu sudah sesuai dengan ketentuan. Sebab, tidak dikerjakan di wilayah wewenang pemprov. Tapi, dikerjakan di lokasi yang memang menjadi kewenangan pemerintah desa.

Holis mengaku tidak mendapat informasi dari kepala desa setempat saat proyek drainase itu dikerjakan. Apalagi bantuan keuangan itu langsung masuk ke anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) penerima.

”Saya juga belum tahu kegiatannya,” ujarnya.

Holis mengaku tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan pengerjaan proyek itu. Sebab, yang bertanggung jawab dalam penggunaan dana itu kepala desa. ”Yang penting pengerjaannya harus sesuai dengan RAB,” ujarnya.

Sementara Kades Apaan Buadah belum bisa dikonfirmasi tentang material proyek drainase yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut. Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan tidak merespons. (bai/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#material #lemah #ketidaksesuaian #pengawasan #bantuan keuangan #Desa apaan #Sirtu #Proyek Drainase #BK