Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Kali Dapat Bantuan, Pengunjung Wisata Mangrove Marparan Turun Drastis

Ina Herdiyana • Jumat, 16 Mei 2025 | 00:26 WIB
CERAH: Pengunjung berada di Wisata Mangrove Marparan yang merupakan aset BUMDes, Minggu (7/4/2024).  (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
CERAH: Pengunjung berada di Wisata Mangrove Marparan yang merupakan aset BUMDes, Minggu (7/4/2024). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengembangan Wisata Mangrove Marparan yang dikelola BUMDes Rampak Naong tidak jelas.

Padahal, objek wisata tersebut sudah dua kali mendapat bantuan. Justru, saat ini kondisi pengunjung turun drastis.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Endah Nursiskawati mengatakan, pada 2022 Wisata Mangrove Marparan mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Hibah tersebut diberikan pada pokdarwis Desa Marparan sebesar Rp 360 juta.

Dia mengutarakan, desa yang ingin membangun wisata wajib memiliki BUMDes. Wisata tersebut dikelola oleh pokdarwis sehingga otomatis berada di bawah naungan BUMDes.

”Wisata Marparan masuk aset BUMDes atau tidak kami tidak tahu. Kami hanya membantu memfasilitasi untuk mendapatkan hibah dari Pemprov Jatim,” katanya.

Endah mengutarakan, hibah Rp 360 juta tersebut tidak berbentuk uang. Pemprov Jatim menyalurkan dalam bentuk barang berupa fasilitas wisata. Di antarnaya tracking mangrove, toilet, gazebo, ornamen, dan sebagainya.

Selain itu, Wisata Mangrove Maraparan menerima CSR dari PT Pelindo. Namun, CSR tersebut tidak diketahui oleh Pemkab Sampang. ”Nominal dari CSR BUMN Pelindo itu kami tidak tahu berapa yang diberikan,” tuturnya.

Perempuan berhijab itu menyatakan, pemberian hibah dari Pemprov Jatim diharapkan bisa menyumbangkan PADes melalui BUMDes.

Sebab, bantuan hibah itu bentuk stimulan agar desa memiliki usaha berkelanjutan melalui sektor pariwisata.

”Di sisi lain juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Melalui wisata itu, masyarakat punya penghasilan,” paparnya.

Endah mengungkapkan, semula Wisata Mangrove Marparan banyak diminati wisatawan. Setiap bulan pengunjung bisa mencapai 3.000 orang.

Namun, tahun ini jumlah kunjungan per bulan menurun drastis hingga 70 persen. ”Sebulan hanya 100–200 pengunjung,” terangnya.

Ketua Pokdarwis Marparan Asrof mengaku tidak tahu wisata mangrove itu masuk aset BUMDes atau tidak. Dia juga mengaku lupa saat disinggung terkait hibah Rp 360 juta dari pemprov. ”Saya lupa soalnya sudah lama,” kelitnya.

Asrof juga tidak tahu terkait bantuan CSR PT Pelindo. Menurut dia, yang tahu terkait wisata tersebut yakni pengelolanya. ”Silakan langsung tanyakan pada pengelolanya saja. Kalau sekarang pengelolanya saya tidak tahu. Kalau dulu Pak Romli, mantan Kades,” ujarnya.

Koran ini mencoba menghubungi eks Kades Maraparan Romli. Namun, saat dihubungi, dia tidak merespons. (bai/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#turun drastis #pengunjung #wisata #bantuan #Mangrove Marparan