Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Haru, Ibu dan Anak di Sampang Memilih Muallaf Bersama di Kantor PCNU

Hendriyanto • Kamis, 15 Mei 2025 | 00:30 WIB

 

KHIDMAT: Agustin Soelistiyorini dan putrinya, Anggita Ayu Junia Sari membacakan dua kalimat syahadat di Kantor PCNU Sampang, Rabu (14/5/2025).
KHIDMAT: Agustin Soelistiyorini dan putrinya, Anggita Ayu Junia Sari membacakan dua kalimat syahadat di Kantor PCNU Sampang, Rabu (14/5/2025).

SAMPANG, RadarMadura.id – Dua warga Katolik di Kabupaten Sampang memutuskan memeluk agama Islam pada Rabu (14/5/2025). Keduanya adalah Agustin Soelistiyorini dan putrinya, Anggita Ayu Junia Sari, warga Perum Barisan Indah, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, Jawa Timur.

Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat berlangsung di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang. Rais Syuriyah PCNU KH. Syafiuddin Abd Wahid memandu langsung pembacaan syahadat tersebut.

Acara itu turut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU KH. Itqon Bushiri, Kepala Kemenag Sampang Fandi, dan Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Joenaidi. Hadir pula Camat Sampang, Ketua Muslimat NU, serta kolega dari kedua keluarga mualaf.

Suasana prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru. Anggita Ayu Junia Sari mengaku, keputusannya memeluk Islam berasal dari hati yang tulus. Ia merasa tertarik mendalami Islam setelah melihat ketenangan ayahnya saat beribadah.

Baca Juga: Seleksi Pegawai Kontrak BLUD RSMZ Sampang Masih Berlangsung, Berkas Peserta Sebanyak Ratusan Diperiksa

"Saya memilih masuk Islam memang dari hati karena ingin belajar dan mendalami Islam. Awalnya saya melihat Papa begitu tenang saat beribadah, dari situ saya mulai penasaran dan ingin tahu lebih banyak," ujar Anggita.

Ia mengungkapkan keinginannya untuk masuk Islam sebenarnya sudah lama muncul. Namun, sang ayah mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan tersebut.

"Sebenarnya saya sudah lama ingin masuk Islam, tapi Papa selalu mengingatkan untuk tidak terburu-buru, mantapkan hati dulu dan banyak membaca buku tentang Islam," katanya.

Dalam keluarga Anggita, sang ayah menjadi yang pertama kali masuk Islam, kemudian disusul oleh dirinya dan sang ibu.

Baca Juga: Memperingati Harlah Ke-102 NU, Mengenang Para Pendiri di Madura, PCNU Bangkalan Didirikan di Kokop, Perjuangkan Nilai-Nilai Agama dan Negara

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH. Itqon Bushiri mengaku sangat terharu menyaksikan ikrar dua mualaf tersebut. Ia memastikan bahwa keputusan keduanya merupakan pilihan pribadi, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

"Sebelum proses ikrar syahadat dimulai, kami memastikan terlebih dahulu apakah mereka masuk Islam atas keinginan sendiri atau karena dorongan orang lain," terangnya.

KH. Itqon juga menyampaikan bahwa prosesi itu berlangsung bersamaan dengan turunnya hujan, yang ia anggap sebagai pertanda keberkahan.

Baca Juga: Tender Proyek MPP Pamekasan Tunggu Perencanaan Selesai

"Karena Allah menurunkan air dari langit itu merupakan barokah. Semoga ini menjadi barokah bagi mereka berdua," katanya.

Ke depan, PCNU Sampang akan memberikan pendampingan dan bimbingan keagamaan secara intensif. KH. Itqon menegaskan pentingnya pendampingan bagi para mualaf agar bisa memahami ajaran Islam secara menyeluruh.

"Orang yang baru masuk Islam itu seperti bayi yang baru lahir, jadi memang harus dibimbing secara perlahan, sedikit demi sedikit," ucapnya.

Editor : Hendriyanto
#syahadat #muallaf #katolik #PCNU Sampang #masuk islam