KOTA, RadarMadura.id – Stadion Karapan Sapi (Skep) Sampang yang terletak di Kelurahan Karangdalem terlihat tak terawat. Misalnya, atap tribun penonton banyak yang rusak.
Disporabudpar Sampang menyebut tidak punya anggaran pemeliharaan untuk memperbaikinya.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem mengakui jika tahun ini tidak memiliki anggaran pemeliharaan stadion. Namun, pihaknya pernah mengalokasikan anggaran pemeliharaan, terakhir pada 2018.
”Stadion (Skep) itu tidak digunakan karena panjangnya kurang. Standarnya, panjang lapangan 220 meter, sementara di sana hanya 200 meter. Sehingga, para pengerap tidak mau menggelar event karapan sapi di sana,” ujarnya.
Dia mengutarakan, saat ini stadion karapan sapi dibiarkan terbengkalai. Sebab, pihaknya tidak punya anggaran pemeliharaan maupun perawatan.
”Kami sudah mengupayakan mengusulkan pada pemerintah pusat. Tapi, pusat hanya bisa men-support untuk mengadakan event, bukan pembenahan sarpras,” tuturnya.
Budayawan Sampang Rahman menilai, pembangunan stadion karapan sapi salah perencanaan. Pemkab sejak awal hanya memikirkan asal memiliki stadion karapan sapi saja.
Sedangkan infrastruktur untuk masuk ke lokasi Skep tak dipikirkan. Sebab, lokasinya di pelosok desa dan infrastruktur menuju lokasi tidak mendukung.
Meski begitu, dia berharap stadion karapan sapi dikelola lebih baik sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).
”Skep itu kan tempatnya event besar, tentu pengunjungnya bukan hanya kendaraan kecil, tapi juga pasti bakal banyak mobil besar. Itu harus menjadi bahan evaluasi bagi pemkab ke depan,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Achmad Andrian F